Agrofarm.co.id-Siapa yang tidak mengenal buah Manggis, ratu dari segala buah? Konon pada tahun 1800-an, Ratu Victoria dari Inggris menjanjikan hadiah yang sangat besar kepada siapa saja yang dapat membawakan buah ini kepadanya.
Cerita inilah yang kemudian menjadikan julukan buah manggis sebagai ratu dari segala buah. Selain karena rasanya yang manis, manggis juga sangat diminati lantaran kandungan antioksidannya yang tinggi. Sehingga dapat meningkatkan imun tubuh, mengatur tekanan darah, dan meningkatkan kesehatan jantung.
Pejabat Karantina Tanjung Priok, Duan Bari dan Masanto melakukan pemeriksaan fisik dan kesehatan di salah satu rumah kemas manggis di Purwakarta. Buah manggis sebanyak 30 ton dengan nilai ekonomi mencapai Rp1,6 miliar tersebut akan dikirim ke Tiongkok.
Komoditas andalan ekspor dalam program Gratieks Kementerian Pertanian ini harus dipastikan bebas dari kontaminasi dan infestasi serangga seperti semut dan kutu putih agar dapat diterima di pasar Tiongkok. Apabila pejabat karantina pertanian yang bertugas masih menemukan adanya semut atau kutu putih, maka wajib dilakukan pembersihan ulang.
Selain menjaga tingkat kebersihan, kesehatan dan kesegaran buah, keutuhan kelopak buah juga diharapkan tetap terjaga. Sebagaimana dipersyaratkan dalam Protokol Persyaratan Kesehatan Tumbuhan yang telah disepakati antara Indonesia dan Tiongkok.
“Kami meminta alas spons dalam keranjang yang masih ditemukan semut baik dalam keadaan mati apalagi hidup, agar diganti dengan yang baru,” kata Masanto kepada salah satu petugas rumah kemas dalam keterangan resminya, Senin (15/3/2021).
Data Indonesian Quarantine Full Automation System (IQFAST) menunjukkan peningkatan volume dan nilai ekspor buah manggis melalui Pelabuhan Tanjung Priok, yaitu dari sekitar 13 ribu ton dengan nilai Rp29,5 miliar pada tahun 2019 menjadi 27 ribu ton senilai Rp492,2 miliar pada tahun 2020.
“Hingga minggu pertama bulan Maret 2021, ekspor buah manggis yang disertifikasi oleh Karantina Pertanian Tanjung Priok telah mencapai 2 ribu ton dengan nilai 98,2 miliar rupiah atau setara 20% capaian ekspor tahun 2020,” ungkap Hasrul, Kepala Karantina Pertanian Tanjung Priok. Bantolo
