16.2 C
New York

Penguatan Ketahanan Petani dan Sistem Pangan Pedesaan dalam Menghadapi Pandemi

Published:

Agrofarm.co.id-Melambatnya ekonomi akibat Covid-19 berdampak luas di banyak negara. Angka resmi dari BAPPENAS menunjukan 3,7 juta penduduk Indonesia telah kehilangan pekerjaan karena hantaman pandemi. Pemerintah telah berusaha untuk menyediakan jaring pengaman sosial. Namun, bantuan ini seringkali tidak mencapai target bahkan di pinggir perkotaan. Situasi tersebut lebih tidak pasti untuk daerah pedesaan.

Saat ini, informasi mengenai situasi dan dampak pandemi di kehidupan pedesaan masih terbatas. Dinamika pedesaan berbeda dengan kota, memungkinkan infeksi yang lebih rendah sehingga pemerintah berfokus melakukan penanganan pandemi di kota. Namun sejatinya, diperlukan pula perhatian untuk kehidupan pedesaan, khususnya petani, yang memiliki peran sangat vital dalam mengatasi tantangan yang kita hadapi sekarang: mencegah krisis pangan.

Pada tahun 2020, 56 persen populasi Indonesia tinggal di kota. Sebagian besar makanan yang dikonsumsi, berasal dari tempat lain di luar kota. Untuk menjaga pasokan yang memadai, produksi pangan dan pasar harus terhubung sehingga dapat diakses kapan saja. Covid-19 membawa dampak buruk bagi distribusi makanan.

Peraturan pembatasan sosial skala besar telah mempengaruhi distribusi dan permintaan makanan. Rantai pasok nasional terganggu, termasuk sektor ekspor-impor. Terlebih lagi, ketergantungan yang tinggi pada komoditas pangan impor akan menurunkan daya saing pemasok lokal. Pada saat seperti ini, pemerintah seharusnya menaruh perhatian yang lebih tinggi kepada petani pedesaan karena mereka adalah produsen utama dari sebagian besar makanan kita.

Pandemi menghadapkan petani pada tantangan yang lebih sulit untuk musim tanam mendatang karena akses benih, pupuk, pestisida, dan tenaga kerja terbatasi. Langkah untuk mendukung petani pedesaan harus dilakukan untuk mencegah kasus terburuk dari krisis pangan. Jika tidak, produksi petani pedesaan mungkin berkurang. Pada dasarnya, meningkatkan mata pencaharian pedesaan berarti mengamankan akses makanan untuk semua orang.

Perbaikan pertanian pedesaan pun dapat menjaga stabilitas kegiatan ekonomi negara. Oleh karena itu, pembangunan pedesaan menjadi penting. Pertanian adalah tujuan penting dari pembangunan pedesaan karena juga berarti mendorong aspek-aspek non-pertanian seperti infrastruktur dan informasi teknologi.

Selama pandemi, petani pedesaan berada dalam posisi rentan karena jatuhnya harga panen. Mereka mengalami kerugian ekonomi dan tidak mampu membeli modal untuk musim tanam berikutnya. Langkah cerdas dan cepat diperlukan untuk menyusun strategi paket stimulus untuk mendukung produksi pangan dan rantai pasok petani, terutama untuk mencegah krisis pangan lainnya. Selain menyediakan kebutuhan dasar, pemerintah harus merencanakan bagaimana memberdayakan petani pedesaan sebagai aktor produksi pangan nasional.

Hingga saat ini, rencana tersebut mencakup pemberian subsidi dan pinjaman lunak untuk petani kecil seperti program Kartu Tani. Dalam waktu dekat, pemerintah harus mengalokasikan lebih banyak belanja publik untuk perbaikan mata pencaharian pedesaan. Rencana tersebut harus bertujuan untuk mempercepat pemulihan dan mengatasi masalah ketidaksetaraan yang terus-menerus sehingga ketahanan pedesaan meningkat. Indonesia memiliki beberapa dana yang secara khusus ditugaskan untuk desa dan warganya. Salah satu yang paling potensial adalah Dana Desa yang memiliki alokasi untuk mendukung sektor pertanian di desa-desa.

*Julian Trilaksana dan Annisa Noyara, bekerja di Tay Juhana Foundation dan berdomilisi di Jakarta.

Related articles

Recent articles