21.9 C
New York

Bungkil Sawit Kalimantan Timur Rambah Pasar Vietnam

Published:

Agrofarm.co.id-Ekspor produk pertanian Indonesia yang mulai bangkit di tengah pandemi Covid-19dengan New Normal. Angin segar datang dari produk samping sawit berupa bungkil sawit asal Kalimantan Timur (Kaltim) yang sudah memenuhi pasar domestik dan kini mendunia.

Bungkil sawit merupakan sisa hasil pengolahan sawit yang dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak ini belakangan memenuhi pasar domestik.

Di Pelabuhan Sungai Samarinda, pejabat Karantina Pertanian yang bertugas melakukan pemeriksaan terhadap 2.200 ton bungkil sawit yang bersiap menuju Vietnam dengan menggunakan kapal Hai Phuong Asia.

Berdasarkan data pada sistem perkarantinaan, IQFAST ekspor bungkil sawit di tahun 2020 sebanyak 2.200 ton dengan nilai mencapai Rp 9.9 miliar. Sementara pada periode sama di tahun 2019 hanya sebanyak 1.244 ton dengan nilai Rp 5.6 miliar, peningkatan yang cukup signifikan hampir dua kali lipat.

“Jumlah produksinya besar, kebutuhan pasar domestik tercukupi dan kini mengembangkan ke pasar ekspor baru, Vietnam,” ungkap Agus Sugiyono dalam keterangan resminya, Kamis (9/7/2020).

Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil mengapresiasi peningkatan volume ekspor dan tujuan negara baru untuk bungkil sawit asal Kaltim ini.

Jamil juga menyebutkan bahwa sejalan dengan tugas perkarantinaan dan arahan Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo, red), untuk mengawal Gratieks (gerakan tiga kali lipat ekspor produk pertanian) selaku fasilitator pertanian di perdagangan internasional maka dilakukan percepatan layanan dalam proses bisnisnya.

“Saat ini, secara bertahap layanan terpadu satu pintu kepabeanan dan karantina mulai diterapkan. Kedepan tidak ada lagi replikasi dan duplikasi, pemeriksaan makin cepat, tepat dan daya saing produk makin tinggi,” kata Jamil. Bantolo

Related articles

Recent articles