Agrofarm.co.id-Perum Bulog menjamin program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) beras dan produk pangan lainnya selama Ramadhan tetap berjalan. KPSH atau sebelumnya bernama operasi pasar ini dilaksanakan pada 34 provinsi seluruh Indonesia.
“Operasi pasar Bulog terus dilakukan selama bulan puasa. Program ini dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia,” kata Sekretaris Perusahaan Perum Bulog, Awaludin Iqbal kepada agrofarm.co.id, Jumat (01/5/2020).
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, pihaknya sudah mengeluarkan instruksi ke seluruh jajaran untuk menyiapkan stok beras dan kebutuhan pangan lainnya yang menjadi tanggung jawab Bulog untuk bisa selalu tersedia di masyarakat.
“Masyarakat tidak perlu khawatir, Bulog menjamin kebutuhan beras dan pangan lainnya tersedia di masyarakat walau ada lonjakan permintaan yang tiba-tiba. Bulog akan menggunakan seluruh instrumen yang ada untuk menjamin ketersedian pangan tersebut,” ungkap Budi Waseso.
Dia pun meminta masyarakat tidak perlu khawatir, karena Bulog menjamin kebutuhan beras dan pangan lainnya tersedia di masyarakat. “Bulog akan menggunakan seluruh instrumen yang ada untuk menjamin ketersedian pangan tersebut,” ujar dia.
Pihaknya sendiri memastikan seluruh jaringan yang bekerjasama dengan Bulog sudah menyediakan kebutuhan beras di tingkat lokal baik secara online maupun offline. Selain itu, outlet-outlet milik Perum Bulog seperti RPK (Rumah Pangan Kita) yang tersebar di seluruh Indonesia, serta jaringan retail modern yang ada.
Bulog juga menyediakan sistem penjualan secara online yaitu iPANGANANDOTCOM yang akan memberikan kemudahan dalam pembelian kebutuhan pangan yang dibutuhkan masyarakat. Pangan yang dibeli melalui iPANGANANDOTCOM akan diantar langsung ke rumah pembeli sehingga akan mempermudah dan memastikan pendsitrubusian komoditi pangan langsung diterima oleh masyarakat tanpa perlu antri ke pasar, jelas dia.
Adapun stok beras Bulog mencapai 1,41 juta ton per 17 April 2020. Stok itu terdiri dari cadangan beras pemerintah (CBP) sebanyak 1,35 juta ton dan beras komersial sebesar 56 ribu ton. Bantolo
