Agrofarm.co.id-Menteri Petanian SYahrul Yasin Limpo menyiapkan kredit usaha rakyat (KUR) hingga Rp1 triliun per provinsi. Ini pentng guna meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian.
Dia menyebutkan, setiap propinsi memperoleh Rp 1 triliun. Maka total KUR di seluruh propinsi Indonesia mencapai Rp 34 triliun.
“Saya ingin katakan bahwa besok itu salah satu yang harus diselesaikan, satu provinsi Rp 1 triliun, berarti ada Rp 34 trilun, bapak selesaikan besok. Mau diapakan dana KUR itu?. Di Kementan ada dana Rp 50 triliun,” kata dia dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Hotel Bidakara Jakarta, Sabtu (01/1/2020)
Syahrul menyebutkan apabila tiap kabupaten modal awal membangun pertanian Rp 1 milair atau di tingkat propinsi sekitar Rp 200 miliar, maka sektor pertanian tidak bisa berkembang.
Dia mengatakan bahwa orang-orang yang bisa mengajukan KUR itu harus merupakan anggota Gabungan Kelompok Tani maksimal Rp 50 juta. “Kalau dia sekaligus KUR berarti dia harus mendaftar lewat Gapoktan, kelompok tani yang ada,” tegasnya.
“Kita tidak bisa kembangkan pertanian, kalo modal awalnya tidak dihitung. Pertanian itu tidak menyelesaikan persoalan pangan 267 juta penduduk Indonesia,” ujar dia.
Menurutnya, pertanin itu rentan terhadap cuaca, bencana alam dan hama. Maka itu penting menjaga unit-unit pertanian di daerah dan kerjasama dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI (Kemendesa PDTT).
Untuk itu, pihaknya akan melakukan upaya peningkatan produksi dan produktivitas melalui Gerakan nasional, menurunkan biaya pertanian menuju hingga berada di posisi rendah melalui peningkatan efisiensi dan pengembangan kawasan berbasis korporasi.
Pada awal 2020 ini, Kementan telah menargetkan peningkatan produksi komoditas utama sebanyak 7 persen per tahun. Angka penyusutan hasil panen (losses) turun dari 12 persen menjadi 5 persen. Dengan target sebesar itu, gerakan tiga kali ekspor (Gratieks) diharapkan dapat tercapai hingga 2024. Bantolo
