18.5 C
New York

2020, Tantangan Industri Sawit Semakin Besar

Published:

Agrofarm.co.id-Pengurangan emisi karbon dunia merupakan tanggung jawab dari semua orang, dan hal ini perlu untuk didukung oleh penduduk dunia. Tantangan terkait hal ini diprediksi akan lebih besar di 2020 dengan adanya El-Nino yang diperkirakan akan menguat dan meningkatkan risiko terkait kebakaran hutan dan lahan.

Sinar Mas Agribusiness and Food sebagai salah satu pelaku dari industri kelapa sawit nasional memberikan perhatian serius pada isu tersebut.

Sejak tahun 1997, Sinar Mas Agribusiness and Food telah menerapkan kebijakan Zero Burning Policyyang melarang segala bentuk pembakaran hutan dalam membuka lahan untuk perkebunan kelapa sawit.

Kebijakan ini telah mendorong perusahaan bersama masyarakat untuk bersama-sama mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang diluncurkan pada 2016.

Program yang memiliki fokus pada tiga bidang yaitu; penanganan karhutla melalui tim Masyarakat Siaga Api (MSA), konservasi hutan dan ketahanan pengan masyarakat.

Program ini telah diterapkan di beberapa propinsi di Indonesia seperti Provinsi Jambi, Riau, Kalbar, Kalteng dan Bangka-Belitung. “Sampai dengan akhir 2019, sebanyak 42 desa telah berpartisipasi bersama perusahaan untuk menekan karhutla.

Tahun 2020 menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi perusahaan. Adanya kemungkinan musim kemarau yang lebih panjang, serta pengalaman dari tahun 2019 mendorong kami untuk bersiap siaga dari sekarang. Keterlibatan masyarakat menjadi hal penting dalam mencegah kejadian karhutla kembali terulang melalui aktivasi Masyarakat Siaga Api (MSA). Edukasi dan pendampingan kepada masyarakat akan terus kami lakukan di tahun depan, terutama kepadaanak-anak, tenaga pendidik dan kaum perempuan sebagai pihak yang paling terdampak jika karhutla terjadi,” jelas Wulan Suling Head of Corporate Communications PT Sinar Mas Agribusiness and Food Tbk di Jakarta, Selasa (31/12/2019).

Hal penting lain yang menjadi perhatian Perusahaan adalah menjaga kawasan hutan sebagai stok karbon global. Namundisaat yang bersama dengan tetap menjaga kesejahteraan masyarakat di sekitar area konservasi.

Bekerja sama dengan Universitas Wageningen, Belanda, Sinar Mas Agribusiness and Food meluncurkanForest Village Conservation based on Livelihood Programme di Kalimantan Tengah. Program ini berfokus pada upaya perlindungan hutan desa bersama masyarakat untuk menjaga stok karbon tetap terjaga dengan baikmelaluipendekatanagroforestry.

Sebanyak 4 desa di Kalimantan Tengah (Kalang dan Panimba Raya, Hujung Pata dan Luwu kLengkuas) telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Masyarakat diberikan pendampingan untuk melindungai hutan desa sebagai aset yang sangat penting.

Namun, masyarakat juga mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan taraf kesejahteraan meraka melalui budidaya pertanian yang dapat dilakukan selaras dengan perlindungan hutan seperti budidaya tanaman kopi. Bantolo

Related articles

Recent articles