Agrofarm.co.id-Guna memenuhi kebutuhan daging sapi tahun depan sebanyak 600.000 ton, pemerintah akan mengimpor daging kerbau 60.000 ton, daging sapi untuk industri sebanyak 129.000 ton. Selain itu, berencana impor sapi sapi potong (bakalan) sebesar 550.000 ekor.
“Pemerintah saat ini masih mempertimbangkan impor daging sapi dari beberapa negara. Diantaranya : Argentina, Brazil, Australia. Apakah harganya cock dan regulasi yang dibutuhkan,” kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi usai Rapat Kordinasi (Rakor) Pangan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (27/12/2019).
Dia menegaskan, impor daging tujuannya untuk menekan harga daging sapi hingga Rp 80.000 per kilogram (kg). Saat ini harga daging di pasaran masih sekitar Rp 115.000 per kg.
“Saat ini pemerintah baru menentukan kebutuhan dan kuota impor daging tahun 2020. Namun siapa yang ditunjuk impor belum ditentukan,” jelas dia.
Menurutnya, angka kuota impor ini belum pasti karena akan berubah setiap saat. “Sedangkan untuk pengadaan daging kerbau rencananya Bulog yang akan ditunjuk sebagai importir. Ini sama penunjukan dengan tahun lalu,” ujar Agung.
Namun kata dia, kuota impor 100.000 ton daging kerbau yang terealisasi hanya 80.000 ton. sementara itu, realisasi impor daging sapi asal Brazil masih sedikit cuma 3.0000 ton. Padahal kuota impor mencapai 50.000 ton.
Menurutnya, kecilnya volume impor lantaran Brazil terlambat mengeluarkan sertifikais kesehatan hewan. Bantolo
