Agrofarm.co.id-Indonesia menduduki posisi kelima sebagai produsen buah mangga dunia setelah India, China, Thailand, dan Meksiko. Tahun 2018 Produksi mangga di Indonesia bahkan mencapai 2.184.399 ton. Ini dapat menjadi peluang besar dalam peningkatan ekspor buah di Indonesia.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengungapkan potensi mangga Indonesia yang sangat besar dapat ditangkap sebagai modal utama meningkatkan kinerja ekspor buah. Sentuhan teknologi menjadi upaya utama untuk merealisasikan potensi tersebut.
“Peningkatan kinerja ekspor buah dapat dilakukan melalui penerapan teknologi dan sistem jaminan mutu di seluruh rantai produksi melalui penerapan standardisasi produk hasil pertanian dari hulu ke hilir,” tutur Syahrul dalam siaran persnya, Jumat (15/11/2019).
Syahrul mengatakan, potensi pasar mangga Indonesia sangat besar baik domestik maupun ekspor. Pasar domestik sangat potensial karena Indonesia memiliki jumlah penduduk yang sangat besar.
“Sekitar 90% dari produksi buah Indonesia dikonsumsi di dalam negeri dan 10% diekspor ke negara lain. Kondisi ini menunjukkan potensi yang tinggi untuk pasar domestik dan ekspor,” ujar Syahrul.
Syahrul mengaku untuk meningkatkan kinerja sektor pertanian dari hulu hingga ke hilir termasuk meningkatkan daya saing agribisnis, ia tengah mempersiapkan alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk pertanian sebesar Rp 50 triliun, dari keseluruhan Rp 190 triliun pada 2020.
“Akses harus lebih mudah, strategi perluasan KUR ke petani harus melalui pengendalian hingga ke lapangan langsung agar terorganisir, KUR ini diharapkan dapat memperkuat potensi pertanian di daerah – daerah, seperti mangga pisang di Pasuruan ini, dulu saya hanya bisa lihat diluar negeri, sekarang saya bisa lihat didepan mata saya, bahkan bisa langsung menikmatinya, ini harus ditingkatkan,” Syahrul.
Syahrul mengajak semua pihak termasuk pelaku pertanian hingga ke daerah untuk menyatukan visi dan misi membangun pertanian bangsa dan negara dengan prestasi.
“Saya terbiasa kerja dengan mengukir prestasi, dari jadi Camat hingga menjadi Gubernur, saya pernah jadi Camat terbaik, dan prestasi itu juga saya inginkan saat saya jadi Menteri sekarang ini, jadi ayo kita sama – sama ukir prestasi untuk pertanian kita,” ungkap Syahrul. Bantolo
