Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Dody Edward dan Direktur Jenderal Perkebunan, Kementan Kasdi Subagyono/ist

Kementan dan Kemendag Kerjasama Pengembangan Ekspor Produk Organik

Agrofarm.co.id-Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan melakukan Nota kesepahaman (Memorandum of understanding atau MoU) dan perjanjian kerjasama dengan Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) dalam pengembangan ekspor produk organik Indonesia.

Direktur Jenderal Perkebunan, Kementan Kasdi Subagyono mengungkapkan, target yang akan dicapai dalam kerja sama tersebut adalah membentuk minimal 10 pelaku usaha produk pertanian organik untuk menjadi eksportir handal.

“Dalam tahapan awal penjajagan kerjasama, pihak Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional melalui Direktorat Pengembangan Ekspor Nasional, mengharapkan eksportir produk pertanian organik dapat mewakili komoditas binaan Kementerian Pertanian yaitu Tanaman Pangan, Hortikultura, Peternakan dan Perkebunan,” kata Kasdi pada acara Trade Expo Indonesia 2019 di ICE BSD City, Tangerang, Rabu (16/10/2019).

“Ada lima komoditas perkebunan yakni kopi, gula aren, gula kelapa, teh dan pala binaan Direktorat Jenderal Perkebunan berkomitmen dan siap untuk melakukakan kerja sama tersebut,” tambah Kasdi.

Sementara itu, ada tiga tujuan dan output yang ingin dicapai dari kerjasama pengembangan ekspor produk organik ini. Pertama, menciptakan eksportir handal produk perkebunan organik tidak terbatas pada perusahaan saja tetapi dapat juga berbentuk kelompok tani maupun trader.

Kedua, ekspor produk perkebunan organik dapat langsung dilakukan dari kelompok tani, sehingga keuntungan, nilai tambah yang diperoleh bisa langsung dinikmati oleh kelompok tani, tidak melalui kelompok lain.

Ketiga, volume ekspor tidak selalu harus dalam volume besar. Hal tersebut dapat mematahkan pendapat dan kondisi yang saat ini terjadi, bahwa untuk ekspor harus selalu dalam volume yang sangat besar.

Kasdi mencontohkan, kelompok usaha bersama (KUB) Mitra Mandala, kelompok tani pertanian organik berbasis komoditas perkebunan penghasil gula serbuk aren organic. Saat ini sudah bisa melakukan ekspor langsung gula aren organiknya ke beberapa negara. Pengiriman pertama ke Korea Selatan sebanyak 2 ton. Bahkan akhir bulan Oktober ini akan ekspor langsung ke Belgia sebanyak 18 ton, ujar Kasdi

Menurutnya, hal tersebut terjadi tidak terlepas dari bimbingan dari Direktorat Perlindungan Perkebunan. “Ini penting agar petani tau dan mampu melakukan kegiatan ekspor. Direktorat Perlindungan Perkebunan bekerja sama dengan beberapa eksportir dalam rangka memberikan pelatihan kepada KUB Mitra Mandala tentang utilisasi sertifikat organik dan pelatihan ekspor,” terangnya.

Upaya Pengembangan ekspor produk organik

Ada beberapa kegiatan yang akan dilakukan pemerintah terkait pengembangan ekspor produk organic. Pertama, penguatan data base eksportir produk organik Indonesia (termasuk pelaku usaha potensial organik.

“Kita akan mengidentifikasi kelompok tani-kelompok tani pelaksana kegiatan organik yang mau, mampu dan berkomitmen untuk menjadi eksportir produk perkebunan organik. Untuk tahapan awal, kelompok tani akan dipilih dari Provinsi Jawa Barat dan Banten,” jelas Kasdi.

Dia menambahkan, kelompok tani yang diutamakan dipilih adalah kelompok tani pelaksana kegiatan pengembangan desa pertanian organik berbasis komoditas perkebunan dan telah memiliki sertifikat organik (SNI dan internasional). Kedua, bersama-sama melakukan promosi produk perkebunan organik terutama berorientasi ekspor.

Selain itu, Direktorat Jenderal Perkebunan akan memberikan pendampingan dalam rangka menjaga kontinuitas supplay dari petani organik perkebunan gunaa pemenuhan permintaan pasar organik dunia, termasuk menjaga komitmen petani dalam melaksanakan proses produksi secara organik.

“Memperkuat kelembagaan petani dalam mengakses informasi, teknologi, prasarana dan sarana publik, permodalan serta pengolahan dan pemasaran,” tambahnya.

Tak kalah penting, memfasilitasi sertifikasi organik baik SNI maupun internasional (disesuaikan dengan pasar yang akan dituju. “Mendorong keberterimaan standard/sertifikasi SNI organik Indonesia di pasar internasional,” pungkasnya. Bantolo

 

4 comments

  1. Yth Bapak / Ibu,

    Kami berminat berpartisipasi dalam Upaya Pengembangan ekspor produk organik. Mohon kami dikirimkan informasi serta syarat2 agar
    kami dapat mempelajari dan memindai-lanjutkan. Atas bantuan Bapak /
    Ibu, kami ucapkan banyak terima kasih.

    Salam Hormat

  2. My family members every time say that I am killing my time here at web, however I know I am getting familiarity all the time by reading such fastidious articles or reviews.

  3. hello!,I like your writing so a lot! share we keep in touch extra approximately your article
    on AOL? I need an expert on this house to unravel my problem.

    May be that is you! Looking forward to look you.

  4. Great work! This is the type of info that are meant to be shared across
    the internet. Shame on the search engines for
    no longer positioning this post higher! Come on over and visit my
    site . Thanks =)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *