20.8 C
New York

Pemerintah Dorong Konsumsi Kedelai Lokal pada Pasar Khusus

Published:

Agrofarm.co.id-Kementerian Pertanian (Kementan) tengah gencar mendorong promosi konsumsi kedelai lokal yang kandungan proteinnya tinggi di masyarakat. Upaya ini mendapat dukungan dari Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian dan Perum Bulog agar ketergantungan kedelai impor selama ini berkurang.

Asisten Deputi Pangan dan Pertanian Kemenko Bidang Perekonomian, Darto Wahab mengemukakan kebutuhan untuk konsumsi masyarakat cukup tinggi sekitar 4,4 juta ton atau setara Rp 20 triliun. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat harus didatangkan dari luar atau impor yakni Amerika Serikat sekitar 3,3 juta ton.

“Karena itu, pemerintah terus mendorong petani tanam kedelai yang kadar proteinnya lebih tinggi dibanding kedelai impor. Selanjutnya kita koneksikan dan promosikan untuk kebutuhan sehari-hari di rumah sakit, sekolahan, TNI Polri, hotel, cafe dan komunitas khusus lainnya,” ungkap Darto Wahab, saat menjadi pembicara pada Rapat Konsolidasi Kerjasama Pengembangwn Kedelai Lokal Non GMO di Bandung.

Darto optimis trend konsumsi kedelai lokal bisa semakin meningkat ketimbang produk impor. Pasalnya, selama ini petani sudah tanam kedelai lokal dengan baik. Hanya saja, kedelai lokal yang ditanam petani kalah bersaing dengan kedelai impor. Sebab harga kedelai impor sangat murah Rp 4.800/kg. Sedangkan kedelai lokal Rp 6.800/kg.

“Namun melalui pasar khusus seperti rumah sakit, sekolahan, TNI, Polri dan lainnya itu, petani akan terbantu dan masih bisa menjual dengan harga Rp 6.800 perkilogram. Dengan pasar khusus perekonomian masyarakat khususnya petani akan bergerak, pengepul dan industri hilirnya pun berkembang. Masyarakat yang mengkonsumsi kedelai lokal juga sehat,” ujar Darto dalam keterangan resminya, Selasa (01/10/2019).

Dia juga mengatakan potensi budidaya kedelai lokal cukup tinggi, pasarnya luas dan punya rasa khas serta menyehatkan. Sebanyak 72% kedelai lokal diproses di Jawa dan di tanam di Jawa. “Pasar yang besar juga di Jawa,” kata Darto.

Jadi Sandaran Hidup 92 Ribu IKM

Darto menyatakan kedelai tak sekadar sebagai pangan rakyat yang bergizi dengan harga murah. Kedelai juga menjadi sumber penghasilan masyarakat, sehingga 92 ribu Industri Kecil Menengah (IKM), 50% nya berupa industri tempe dan 40% nya industri tahu sangat tergantung bahan baku kedelai.

“Sisanya berupa industri kecap (10 persen, red), tauco dan olahan lainnya juga sangat tergantung pada bahan baku kedelai,” jelasnya.

Menurut Darto, sebagai sumber protein yang murah dibanding daging ayam, telor dan ikan, keberdaan kedelai lokal bisa dikembangkan dengan baik dari hulu hingga hilir. IKM pun perlu jaminan bahan baku untuk keberlanjutan usahanya.

“Sebagai sumber protein yang murah, pemerintah perlu terus mendorong perluasan budidaya kedelai lokal,” katanya.

Keberadaan kedelai lokal, juga bisa menghemat devisa negara, dan mengurangi risiko kelangkaan bahan baku. Dan yang tak kalah penting dengan kedelai lokal bisa menyehatkan masyarakat,” tambah Darto. Bantolo

Related articles

Recent articles