Teknologi canggih drone untuk tabur pupuk dan benih padi di sawah petani/ist

Petani Gunakan Drone Untuk Tabur Pupuk dan Benih Padi

Agrofarm.co.id-Menteri Pertanian(Mentan) Amran Sulaiman bersama petani serta warga Sukoharjo, gunakan teknologi canggih drone untuk tabur pupuk dan benih padi di sawah petani. Inovasi teknologi canggih ini digunakan untuk uji coba demonstrasi teknologi mekanisasi pertanian di era revolusi 4.0.

Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya yang turut menyaksikan demonstrasi teknologi alsintan langsung meminta semua alat yang digunakan untuk ditinggalkan di Sukoharjo.

“Pak Mentan, semua alsintan yang sudah kita uji coba tadi, tinggalkan semua disini” ungkap Wardoyo saat berikan sambutan di persawahan desa Dalangan, kecamatan Tawang Sari, kabupaten Sukoharjo.

Mendengar hal itu, Mentan Amran, langsung perintahkan direktur untuk tinggalkan alsintan yang digunakan. “Pak direktur berapa alat mesin pertanian yang dibawa ke sini, tinggalkan semua disini. Saya senang bila ini bermanfaat dan digunakan,”ungkap Mentan dalam siaran persnya, Selasa (01/10/2019).

Mentan mengungkapkan modernisasi pertanian ini sekaligus juga sebagai persiapan untuk menghadapi tantangan revolusi industri 4.0, dengan target utama peningkatan produksi dan produktivitas hasil pertanian. Teknologi pertanian dikemas dalam bentuk mekanisasi 4.0, yang sekaligus menjawab tantangan revolusi industri 4.0 disegala bidang.

“Dulu petani berpikir bertani itu kotor, petani miskin, dulu petani panen pake sabit hingga 20 hari, namun hari ini cuma cukup 3 jam dengan alsintan,” ucap Amran.

Lebih lanjut, Amran menyampaikan beberapa karya Kementerian Pertanian untuk membangun mekanisasi 4.0 adalah drone penebar benih padi, drone penebar pupuk prill, Drone sprayer untuk aplikasi pestisida, robot tanam padi, autonomous tractor, dan mesin panen plus olah tanah yang terintegrasi. Keenam alsintan tersebut diciptakan sebagai solusi petani dalam melakukan usaha tani modern.

“Kami hemat 1,4 T untuk anggaran alsintan. Kita alokasikan semua ke petani, tujuannya supaya anak muda alumni fakultas pertanian mau bergerak di dunia pertanian,” ucapnya.

Menyaksikan kecanggihan alsintan yang di pergunakan, Amran juga minta anggaran ditambah untuk bantuan petani. “Tolong robot tanam padi dianggarkan lebih besar supaya petani lebih cepat,” tuturnya.

Sulistio petani Desa Ngarap, mengungkapkan jika saat ini sawah mereka diirigasi dari sungai didesa yang kondisi airnya kurang baik. Kelompoknya sudah punya 100 hektar sawah padi organik, dan beras organik yang bisa bertahan hingga 48 jam.

“Usulnya Pak mohon buatkan kami sumur air ditempat kami,” ungkapnya. Mentan menyambut positif kerja keras Sulistio dan kawan-kawan, bantuan sumur dangkal dan pompa langsung diminta berikan melalui Direktur Alsintan. Bantolo

4 comments

  1. Thanks for ones marvelous posting! I truly enjoyed reading it, you will be a great
    author. I will make certain to bookmark your blog and definitely will
    come back in the future. I want to encourage you to continue your great work, have a nice afternoon!

  2. What’s up, of course this post is genuinely pleasant and I have learned
    lot of things from it on the topic of blogging.
    thanks.

  3. Hi, There’s no doubt that your blog could possibly
    be having browser compatibility problems. When I look at
    your blog in Safari, it looks fine however when opening in IE, it’s got some overlapping issues.
    I just wanted to give you a quick heads up! Aside from that, great blog!

  4. Woah! I’m really enjoying the template/theme of this blog.

    It’s simple, yet effective. A lot of times it’s
    difficult to get that “perfect balance” between user friendliness and appearance.
    I must say you have done a fantastic job with this.
    Additionally, the blog loads extremely fast for me on Firefox.

    Superb Blog!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *