Leonel Siswa Yayasan Bumitama Tembus Babak Final Olimpiade Sains Tingkat Nasional/ist

Siswa SD Binaan Yayasan Bumitama Tembus Babak Final Olimpiade Sains Tingkat Nasional

Agrofarm.co.id-Dalam rangka meningkatkan daya saing peserta didik melalui peningkatan pengetahuan dan menumbuhkan karakter rasa ingin tau, maka pada awal Juli 2019, pihak Sekolah Yayasan Bumitama mengikutsertakan anak didiknya dalam ajang kompetisi ilmu pengetahuan (Olimpiade Sains) tingkat nasional yang diselenggarakan oleh PT KUARK Internasional.

Tak diduga, Leonel, peserta didik yang dikirim berhasil menembus Babak Final, prestasi ini adalah yang pertama untuk Sekolah Binaan Yayasan Bumitama.

Kegiatan Olimpiade Sains KUARK (OSK) ini memulai babak penyisihan pada Sabtu, 23 Februari 2019 lalu, berlangsung serentak di 30 Kabupaten/Kota di 34 provinsi di Indonesia. Leonel bersama beberapa rekan sekolah lainnya mengikuti babak penyisihan di Kota Sampit untuk Kabupaten Kotim, Kalimantan Tengah.

Pada ajang bergengsi yang telah berlangsung pada tanggal 6-7 Juli 2019 di Gedung Titan Center Bintaro Jaya dan Bina Nusantara School Serpong, Tangerang Selatan, Banten ini, Yayasan Bumitama memberikan dukungan khusus baik moril dan materil kepada seluruh siswa berprestasi di sekolah-sekolah binaan.

“Ini prestasi yang cukup membanggakan bagi sekolah yang berlokasi di sekitar perkebunan sawit yang notabenenya relatif berada jauh dari pendidikan di pusat perkotaan,” ujar Sri Wahyuni NH, selaku Koordinator sekolah-sekolah di Yayasan Bumitama dalam keterangan resminya, Rabu (24/7/2019).

Lebih lanjut Sri menambahkan, bahwa tujuan mengikuti olimpiade sains atau lomba lainnya adalah untuk lebih mengembangkan potensi peserta didik dan memberikan motivasi secara menyeluruh kepada semua peserta didik sekolah binaan Yayasan Bumitama.

Pendekatan yang dilakukan Yayasan Bumitama yaitu melaksanakan Pengembangan Diri khusus mata pelajaran sains. Selama di sekolah, Yayasan Bumitama juga memberikan tambahan belajar diluar jam sekolah.

Memotivasi peserta didik yakni dengan memberikan pengetahuan tentang bagaimana keadaan kota Jakarta dan pengalaman yang didapatkan jika lolos menjadi finalis. Yayasan Bumitama juga bekerjasama dengan orang tua siswa untuk membimbing dalam belajar di rumah dapat memotivasi anaknya agar lebih bersemangat.

Dukungan khusus yang diberikan untuk mempersiapkan ini adalah menunjuk guru yang kompeten di bidang sains, kemudian dengan latihan secara teratur menyiapkan generasi berprestasi. Setelah mengetahui potensi peserta didiknya maka Sekolah Dasar Bumitama Metro Cempaga Hulu yang berlokasi di Metro Pundu dengan Dewi Analista Sinaga sebagai Kepala Sekolah dan arahan Koordinator Sekolah Area 3 Sarah M. Ginting, mendaftarkan beberapa peserta didik untuk mengikuti babak penyisihan dalam Lomba Olimpiade Sains KUARK di tingkat Kabupaten.

Leonel telah melewati 3 tahap sebelumnya, yakni; Tahap Pendaftaran, Penyisihan dan Semi Final di tingkat kecamatan. Keseharian Leonel dapat dibilang aktif, memiliki jiwa kepemimpinan, sehingga ditunjuk sebagai ketua kelas, dan dapat mengikuti pelajaran di kelas dengan baik dan penuh semangat.

Leonel mendapakan hadiah berupa Sertifikat, medali, lampu yang menggunakan energi terbarukan. Namun yang terpenting adalah pengalaman dan wawasan Leonel bertambah serta berkesempatan memiliki teman baru sesama peserta didik se-Indonesia.

Melalui keberhasilan Leonel menjadi Finalis, Harapan Yayasan Bumitama seiring dengan misi BGA Group 2019 yaitu Goes to the Nex Level mudah-mudah dapat terwujud. Sehingga sekolah di sekitar perkebunan kelapa sawit dapat berdiri sejajar dengan sekolah Favorit kota-kota besar lainnya.

Ayah Leonel, Panusunan Sianipar, yang bekerja sebagai Staf/Kassie di Mill SCMM dan Ibunya Sepriana merasa sangat senang, bangga dan bersyukur karena telah mengharumkan nama sekolah di tingkat nasional dan mendapatkan pengalaman yang berkesan dan memotivasi anaknya untuk mengejar cita-cita.

Awal Juli memang menjadi momen yang tidak akan pernah dilupakan oleh Leonel Panuturi Sianipar, siswa kelas 4 SDS Cempaga Hulu. Sebelumnya, Leonel berusaha keras menyiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi Final OSK, meski sedang libur sekolah ia tetap rajin berlatih mengerjakan sejumlah soal dan membaca modul pembelajaran.

Leonel cukup terkejut menjadi salah satu perwakilan Kotim karena ia merasa harus bersaing dengan siswa-siswi berprestasi dari sekolah lain dalam tahap penyisihan. “Tidak sedikit juara kelas yang ikut dalam kompetisi ini, namun berkat usaha dan kerja keras Alhamdulillah saya bisa lolos, oleh karena itu kami bertekad kuat untuk menang di kegiatan tersebut.” bebernya.

Norjanah, Spd selaku Guru pendamping Leonel mengaku sangat senang atas kesempatan mengikuti perlombaan siswanya hingga tingkatan Final, sehingga dapat menjadi motivasi bagi Leonel untuk berkompetisi dimasa depan. Selain itu, tentunya dukungan dari pihak swasta terhadap prestasi dalam kegiatan ini begitu besar.

“Berkat dukungan dari Yayasan Bumitama mulai dari tahap penyisihan hingga keberangkatan untuk Babak Final. Guru juga mendapat pembinaan dan pendampingan dalam menyiapkan siswa sebelum keberangkatan,” ujar Norjanah.

Meski belum meraih juara, Norjanah beserta Pengurus Yayasan Bumitama merasa bersyukur karena mendapat pengalaman yang pengalaman luar biasa dan bermanfaat dikemudian hari dan secara langsung untuk mendorong siswa untuk terus berprestasi di bidang sains.

PT KUARK Internasional selaku penyelenggara kegiatan Olimpiade Sains kali ini mengangkat Resilience menjadi tema OSK tahun ini. Edukasi mengenai resiliensi diperkenalkan melalui materi soal dan Festival Sains. Resilience atau ketahanan merupakan kecakapan seseorang untuk dapat mempertahankan atau kembali pada kondisi yang normal ketika menghadapi stres, terdampak masalah, dan/atau musibah.

Kecakapan resilience akan membantu anak di masa depan untuk menghadapi konflik, krisis, dan bencana alam akibat perubahan iklim. Ada banyak permainan dan eksperimen dalam Festival Sains yang mengasah sikap resiliensi anak, di antaranya Roda Pengetahuan Resiliensi, Ular Tangga Mitigasi Bencana, dan Maze Belajar dari Alam.

Olimpiade Sains Kuark (OSK) diselenggarakan sejak tahun 2007. OSK terbuka untuk seluruh siswa SD/MI Indonesia untuk dapat berpartisipasi tanpa dibatasi oleh nilai akademik. OSK juga mengangkat tema yang berbeda di setiap tahunnya dengan tujuan memberikan pengalaman yang beragam untuk para peserta. Kesempatan yang terbuka dan pengalaman yang beragam diharapkan bisa mengasah para peserta untuk percaya diri, kritis, menjadi pribadi tangguh, dan resilient. Bantolo