Agrofarm.co.id- Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melepas Tim Penetrasi Pasar Kementerian Perdagangan (Kemendag) di Auditorium Kemendag. Tim penetrasi pasar Kemendag berjumlah sekitar 240 orang yang terdiri dari para koordinator wilayah yang merupakan para Eselon I, koordinator lapangan yang terdiri dari Eselon II, serta anggota tim penetrasi pasar.
Tim tersebut turun langsung ke 205 pasar rakyat di 82 kabupaten/kota yang dimulai pada 27 Mei4 Juni 2019.
Mendag menjelaskan, kegiatan penetrasi pasar ini bertujuan mengawal pasokan bapok ke pasar untuk menjaga kecukupan pasokan, serta menjaga stabilisasi harga sebagai antisipasi naiknya permintaan jelang Lebaran.
“Kegiatan penetrasi pasar memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Saya bangga dan mengapresiasi Tim Penetrasi Pasar Kemendag yang dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan turun langsung memantau ke pasar di tengah masa libur untuk memastikan tidak ada upaya-upaya spekulatif yang dapat menggangu stabilitas harga dan pasokan bapok,” ujar Mendag dalam keterangan resminya, Rabu (29/5/2019).
Lebih lanjut, Mendag menjelaskan, Tim Penetrasi Pasar Kemendag akan bertugas melakukan pemantauan harga dan stok bapok secara harian dan melakukan koordinasi pemenuhan pasokan ke pasar apabila diperlukan.
Tahun ini adalah tahun ke-3 jajaran Kemendag turun langsung ke pasar memantau fluktuasi harga bapok. Syukur kepada Tuhan, pada periode 20172019, semua pantauan menunjukkan bahan pokok tersedia dan terkendali. Memang ada komoditas yang mengalami kenaikan harga, tetapi harga kembali normal segera setelah kebutuhan pasokan dipenuhi, ujar Mendag.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Tjahya Widayanti menambahkan, kegiatan penetrasi pasar merupakan tindak lanjut Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Bandung yang berlangsung pada 20 Maret 2019 dan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2019 di 34 provinsi yang telah dilaksanakan pada minggu ke-2 Aprilminggu ke-1 Mei 2019.
“Kegiatan ini berkeja sama dengan dinas perdagangan provinsi dan kabupaten/kota, satgas pangan daerah, divisi regional bulog setempat, dan distributor bapok yang berlokasi di daerah-daerah,” tutup Tjahya. Dian
