Mentan Andi Amran Sulaiman melepas ekspor umbi porang sebanyak 50 ton ke Vietnam/ist

Mentan Lepas Ekspor Umbi Porang dan Minyak Inti Sawit asal Pangkep

Agrofarm.co.id-Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melepas ekspor umbi porang sebanyak 50 ton ke Vietnam, nilainya Rp 708,45 juta di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Mentan berkomitmen untuk mengembangkan dengan memberikan bantuan bibit unggul. Adapun volume yang diekspor hari ini mencapai 50 ton ke Vietnam, nilainya Rp 708,45 juta. Umbi porang ini masih berasal dari hutan, bukan hasil budidaya.

“Sejak kecil kami dibesarkan dengan makanan ini, rasanya pahit dan beracun kalau pengolahannya tidak tepat,” ujar Amran dalam keterangannya, Selasa (09/3/2019).

Tapi ternyata makanan yang beracunpun bisa kita expor. Dan diterima di Jepang, Cina dan Vietnam. Insyaalah sekembali dari sini kami akan menyiapkan bantuan bibit, ini harus didorong karena ini aku tau hanya bisa diambil di hutan,” bebernya.

Dari data otomasi IQFAST Badan Karantina Pertanian, tercatat ekspor porang tercatat tahun 2018 sebanyak 254 ton, dengan nilai ekspornya mencapai Rp 11,31 miliar.

Selain melepas ekspor porang, Mentan juga melepas ekspor komoditas unggulan lain yakni palm kernel sebanyak 313 ton atau sejumlah 15 kontainer.

Komoditas ini diekspor dengan negara tujuan Malaysia senilai Rp. 804 juta. Palm kernel ini diambil dari petani di Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sumatera Selatan oleh PT JAS Mulia.

“Pemerintah pusat melalui Kementan bersama pemerintah daerah akan terus mendorong ekspor komoditas pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” tandas Amran.

Pada 2018, ekspor palm kernel dari Sulawesi Selatan mencapai nilai Rp 16,92 miliar, sedangkan pada 2019 hingga triwulan pertama nilai ekspornya Rp 10,29 miliar dengan negara tujuan Tiongkok dan Malaysia.

Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil menambahkan ekspor dari Sulawesi Selatan tidak hanya umbi porang dan minyak inti sawit. Dari sistem data otomasi Badan Karantina Pertanian, tercatat beberapa komoditas unggulan ekspor lainnya yakni rumput laut, lada biji, kacang mede, kopi biji, kakao biji, kakao olahan, kacang hijau dan sarang burung walet. Dengan berbagai tujuan negara seperti Tiongkok, Australia, Belanda, India, Jepang, Inggris, Jerman, Turki, Korsel, Malaysia, Amerika Serikat dan Uruguai.

“Nilai total ekspor yang dikirim dari Sulawesi Selatan selama tahun 2018 lebih dari Rp 33,92 triliun. Sedangkan hingga triwulan pertama pada tahun ini, ekspor yang berangkat dari Sulsel sudah mencapai nilai Rp 12,63 triliun,” ungkapnya.

Wakil Bupati Pangkep, Syahban Sammana mengapresiasi upaya pemerintah melalui Kementan yang terus mendorong investasi dan peningkatan ekspor dan bisnis dibidang pertanian di daerahnya. Kunjungan ini dipastikan dapat memberikan semangat para petani untuk memajukan sektor pertanian.

“Program Kementan di antaranya pembuatan embung, modernisasi pertanian, regenerasi petani dan bibit unggul sejalan dengan visi kami mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani,” terangnya.

Adapun bantuan yang disalurkan Kementan hari ini terdiri dari berbagai benih komoditas pertanian seperti benih padi, jagung, kelapa 7 ribu batang, cabai, mangga 1.000 batang, sayuran, juga berbagai alat pertanian seperti combine harvester, power trhesher, corn sheller, traktor roda dua, serta ayam dan kambing.

Selain benih dan alsintan, Kementan juga salurkan bantuan pendanaan senilai Rp 4,04 miliar pada 47 poktan dalam empat program yang digalakkan Kementan.

Mentan menambahkan, kinerja sektor pertanian di bawah pemerintahan Jokowi- JK sangat membanggakan. Terlihat, jika dulu volume ekspor hanya 33 juta ton, tapi hingga 2018 meningkat menjadi 42 juta ton. “Ini merupakan yang terbesar dalam sejarah, ujar dia.

“Kurang lebih akumulasi nilainya Rp 1.700 triliun. Jadi jangan impor yang 30 ribu ton terus yang dibahas. Tapi yang 10 juta ton terabaikan yang selama ini kita lakukan bersama petani,” bebernya. Bantolo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *