21.9 C
New York

Sengketa Air di Dua Desa Belum Peroleh Titik Temu

Published:

Agrofarm.co.id-Sengketa masalah air antara Desa Pondok Bungur, Kecamatan Pondok Salam dan Desa Cipeundeuy, Kecamatan Bojong, Purwakarta yang dimediasi Komisi I DPRD Purwakarta masih berjalan alot. Belum didapatkan solusi yang pasti, dari musyawarah yang berlangsung sekitar dua jam di ruang rapat gabungan komisi, Rabu (14/3) sore.

Sekretaris Komisi I Heri Rosnendi memimpin musyawarah didampingi anggotanya UM Sulaeman. Ini merupakan pertemuan kali kedua, menindaklanjuti pertemuan yang dilakukan sebulan sebelumnya.

Hadir dalam musyawarah antara lain Kades Pondok Bungur Abun CS, Kades Cipeundeuy Kosasih, masing-masing beserta aparatnya, serta pengusaha kolam renang Taman Batu Imron S.

Namun, tidak seperti sebelumnya, kali ini juga dihadiri Direktur Teknis PDAM Susanto dan Kabid P2 KL Dinas Lingkungan Hidup Taufik N beserta jajarannya.

Heri sempat mempertanyakan kepada Kades Pondok Bungur dan Cipeundeuy, apakah sudah ada pertemuan di luar dewan di antara mereka. Pasalnya, pada saat pertemuan pertama, kedua belah pihak berjanji untuk mencoba mencari solusi. Nyatanya, baik Abun maupun Kosasih mengakui belum ada pertemuan.

Menurut UM Sulaeman, dari sejarahnya air mata Cijanun, yang terletak di Desa Cipeundeuy, difungsikan untuk pengairan sawah dan kebutuhan air bersih warga Desa Pondok Bungur. Seiring perjalanan waktu, mata air tersebut kemudian dimanfaatkan PDAM dan terakhir Kolam Renang Taman Batu.

Kok sekarang malah Desa Pondok Bungur yang harus menerima masalahnya, jelasnya.

Menurut Kades Pondok Bungur Abun, masalah timbul setelah dibangun kolam renang Taman Batu pada tahun 2016 lalu. Selain air berkurang, kini menjadi terkontaminasi limbah. Terutama pada hari Sabtu dan Minggu, airnya bau sabun, karena banyaknya pengunjung yang berenang di Taman Batu, tukasnya.

Direktur Teknis PDAM Susanto, ketika dimintai pendapatnya, menyatakan ada tiga pipa yang mengalir di sana. Pipa pertama untuk pengairan sawah, pipa kedua untuk warga Pondok Bungur, dan pipa ketiga untuk kebutuhan air bersih masyarakat perkotaan.

Artinya, PDAM sudah memenuhi kewajibannya dan sampai detik ini tak bermasalah. Kalau kemudian air yang mengalir ke area Pondok Bungur terhambat atau terganggu, kami tidak mengerti, jelasnya, sambil menunjukkan gambar struktur pipa-pipa yang dimaksud.

Masalah lainnya, Kenapa pipa air PDAM ada yang mengalir ke kolam renang Taman Batu? Tanya Susanto, sambil menerangkan, bahwa pembangunan proyek air bersih dari air mata Cijanun itu, dulunya dibiayai pemerintah pusat yang diatur oleh UU. Kita tidak bisa mengubah sendiri tanpa konsultasi ke pusat,ujarnya.

Bola panas itu kini berada pada Kades Cipeundeuy. Sebab, ada beberapa opsi yang didapatkan dalam musyawarah khususnya yang harus dilakukan pengusaha kolam renang Taman Batu dan Kades Cipeundeuy.

Namun, keduanya tak bisa memutuskan, karena masih harus berkonsultasi dengan tokoh-tokoh masyarakat Desa Cipeundeuy. Saya minta waktu seminggu untuk membahasnya lebih dulu dengan para tokoh masyarakat Desa Cipeundeuy. Karena, saya takut dituduh menerima kontribusi oleh warga saya, ujar Kosasih.ttg

Related articles

Recent articles