sarang burung walet/ist

Sarang Walet Didorong Jadi Komoditas Ekspor Unggulan

Agrofarm.co.id-Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Daniel Johan mendorong industri sarang walet menjadi komoditas ekspor unggulan di sektor non-migas. Selain potensi pangsa pasar yang begitu besar, nilai ekonomi sarang walet juga begitu tinggi.

“Kita ingin sarang walet bisa menjadi kekuatan ekspor, khususnya di Kalimantan Barat, sehingga bisa menambah kekuatan ekonomi daerah,” papar Daniel dikutip Senin (25/3/2019).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menuturkan komoditas sarang walet sangat menjanjikan, karena tidak semua negara bisa memproduksi sarang walet. Khusus di Ketapang, terdapat lebih dari 2000 rumah wallet, di mana 1 rumah bisa memproduksi sarang wallet rata-rata 10-15 kg/ bulan.

“Ini potensi serius yang harus dipikirkan, sehingga menjadi pendapatan asli daerah dan otomatis menambah tenaga kerja. Karena itu kita harus sama-sama memikirkan bagaimana 20 ton itu bisa menjadi kekuatan ekspor resmi dari Ketapang,” katanya.

Dirinya juga mendorong pemerintah untuk aktif memfasilitasi para petani walet dan para eksportir dengan kerja sama yang konkret antarnegara. Mengingat produksi tinggi namun potensi ekspor belum optimal. Seperti halnya di Ketapang, potensi ekspor hanya mencapai 600 kg/ tahun, padahal pasar Tiongkok mampu menyerap 1000 ton/ bulan.

Direktur PT. Faicheung Birdnest Industry David Ringgo menyebutkan, saat ini ekspornya difokuskan untuk memenuhi kebutuhan di Tiongkok. Ia mengakui bahwa persyaratan sanitary dan phytisanitary yang dipersyaratkan karantina Tiongkok cukup memakan waktu dan tenaga.

Karena harus dilakukan penilaian langsung dari otoritas Tiongkok, namun pihaknya sudah melewati semua proses tersebut. Menurutnya fokus saat ini adalah menyediakan bahan mentah sesuai dengan jumlah dan kualitas yang memadai.

Sementara itu, Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Badan Karantina Pertanian, Agus Sunanto yakin industri sarang walet akan terus naik, mengingat potensi yang ada dan kebutuhan pasar yang terus meningkat. Dari data pusat Barantan, total ekspor nasional sarang burung walet pada tahun 2018 tercatat dikirim ke 27 negara, dengan total volume sebanyak 1.591,47 ton.

Menurutnya, persaingan harga antar negara juga mempengaruhi jumlah ekspor. “Tujuan Tiongkok memang persyaratan karantinanya lebih susah, tapi harganya juga hampir dua kali lipat, kita akan bantu terbaik untuk petani dan eksportir,” jelasnya.

Dari data yang ada perbandingan harga antara tujuan Tiongkok dengan negara lain hampir setengahnya, rata-rata tujuan selain tiongkok harganya berkisar Rp 25 juta per kilogram, sedangkan tujuan Tiongkok rata-rata Rp 40 juta per kilogram. Bantolo

 

One comment

  1. Selamat pagi…
    Mohon ma’af sebelumnya…

    Perkenalkan kami Achmad Mucharom dari Balikpapan, bermaksud ingin menjadi rekanan bapak dalam bisnis sarang burung walet…

    Kami siap pasok sarang burung walet 1 sampai 2 ton per bulan…

    Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *