Forum Konsultasi Bilateral (FKB) RI-Georgia ke-6 yang diadakan di Yogyakarta, 11 - 12 Maret 2019/ist

Indonesia Tingkatkan Ekspor CPO dan Kopi ke Georgia

Agrofarm.co.id-Perluasan kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, investasi dan pariwisata menjadi isu utama kedua negara dalam Forum Konsultasi Bilateral (FKB) RI-Georgia ke-6 yang diadakan di Yogyakarta, 11 – 12 Maret 2019.

Dengan tren perdagangan yang cukup modest sekitar USD 50 – 60 juta setiap tahun, Indonesia perlu terus memanfaatkan Georgia sebagai negara tujuan ekspor yang penting di kawasan Kaukasus.

“Indonesia perlu melakukan ekspor langsung CPO, biji kopi ke Georgia yang menjadi komoditi unggulan, mengingat selama ini kerap menggunakan pihak ketiga. Selain itu, ketertarikan yang sama antara kedua negara untuk jajaki kerjasama hospitality industry, industry kreatif dan digital economy perlu untuk ditindaklanjuti,” ujar Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Muhammad Anshor sebagai Ketua Delegasi RI dalam FKB dalam keterangan resminya, Rabu (19/3/2019).

Pandangan tersebut diamini Ketua Delegasi Georgia, Deputi Menteri Luar Negeri Alexander Khvtisiashvili.

“Indonesia adalah mitra Georgia yang dapat dipercaya di kawasan Asia Tenggara dan kami berharap letak strategis Indonesia dapat menjadi hub bagi produk Georgia ke kawasan,” jelasnya.

Georgia sangat berharap dapat meningkatkan two-way trade dan mendorong Indonesia untuk berinvestasi ke Georgia yang merupakan bagian dari Belt & Road Initiative dan kerja sama ekonomi kawasan Laut Hitam.

FKB juga membahas langkah tindak lanjut peningkatan business to business contacts yang masih sangat minim melalui pengiriman misi dagang dan partisipasi pada pameran dagang dan investasi. Interaksi rutin antar pebisnis akan mendorong kedua pihak untuk saling memahami kultur berbisnis masing-masing negara.

Kedua delegasi juga membahas upaya peningkatan people to people contact baik berupa kerja sama antar universitas, beasiswa seni budaya da nkerja sama antar diklat diplomatik kedua negara.

Indonesia juga berharap pemerintah Georgia memberikan fasilitas bebas visa untuk WNI pemegang paspor biasa. Kemudahan ini diharapkan dapat membantu upaya saling kunjung antara Indonesia dengan negara berpenduduk sekitar 3,7 juta jiwa tersebut.

Pertemuan FKB telah menjadi salah satu mekanisme untuk lebih mempererat hubungan kedua negara yang saat ini telah terjalin selama 26 tahun. Selain isu bilateral, kedua negara juga bertukar pandangan mengenai perkembangan politik domestik, isu-isu regional dan internasional. Konsultasi Bilateral ke-6 kali ini merupakan tindak lanjut dari FKB ke-5 RI Georgia yang digelar di Tbilisi, Georgia pada 22 Mei 2018 lalu.​ Bantolo