Penandatangan kerjasama antara KUD Makmur Lestari, BPDP-KS dan BRI Agro di Kantor Dinas Kehutanan Provinsi Riau pada 20 Feb 2019.

Kemitraan Strategis Program Peremajaan Sawit Plasma, Tingkatkan Kesejahteraan Petani Sawit Indonesia

Agrofarm.co.id-PT Ramajaya Pramukti, anak usaha Sinar Mas Agribusiness and Food bersama dengan pihak BRI Agro, Koperasi Unit Desa (KUD) Makmur Lestari dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) bekerja sama melalui kemitraan usaha strategis melaksanakanprogram peremajaan sawit plasma di Desa Kenantan, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Program peremajaan sawit plasma ini dilakukan di kebun binaan KUD Makmur Lestari pada lahan seluas lebih dari 300 Ha dengan melibatkan 145 petani sawit.

Saat ini, kelapa sawit yang dikelola oleh KUD Makmur Lestari merupakan plasma pola Perkebunan Inti Rakyat (PIR) yang berusia lebih dari 28 tahun sehingga diperlukan peremajaan sawit agar lebih produktif. Program ini memungkinkan para petani mendapatkan fasilitas bibit unggul dan bersertifikat serta melakukan praktik budidaya agronomi yang tepat. Melalui langkah tersebut pula, diharapkan hasil Tandan Buah Segar (TBS) meningkat mencapai 2530 ton TBS/ha/tahun.

Sejak bulan September 2018, petani, kelompok tani dan KUD yang difasilitasi oleh PT Ramajaya
Pramukti mengajukan program peremajaan dengan dana hibah BPDP-KS dan fasilitas kredit BRI Agro. Tingginya minat petani plasma dengan adanya dana hibah BPDP-KS ini memberikan dampak yang sangat baik untuk mengurangi beban petani plasma dalam meremajakan kebunnya. Tabungan replanting yang telah dikumpulkan selama masa menghasilkan dapat digunakan sebagai biaya hidup petani sejak tanaman diremajakan hingga nantinya menghasilkan.

Dengan kenaikan plafond/biaya setiap tahunnya, petani/KUD mengharapkan dana hibah sebesar Rp 25 juta per hektar dapat disesuaikan untuk mengurangi beban hutang petani. Peran bank dalam menyediakan dana pendamping peremajaan kebun juga diharapkan menggunakan bunga yang menarik dan kompetitif.

Dalam kemitraan usaha strategis ini, kebun plasma akan dikelola oleh PT Ramajaya Pramukti sesuai dengan standar dan kebijakan yang diterapkan oleh Sinar Mas Agribusiness and Food dengan tujuan untuk meningkatkan produktifitas kebun serta memastikan praktik budidaya perkebunan yang baik dan berkelanjutan. Petani akan dapat bekerja sesuai standar rasio tenaga kerja dan mendapatkan upah.

“Tentu kami sangat senang dan menyambut baik kerja sama yang baik ini terutama dana hibah yang diberikan oleh BPDP-KS kepada KUD kami. Semoga dana hibah ini bisa bergulir dan dirasakan oleh KUDKUD sawit yang lain,” ucap Sudirman, Ketua KUD Makmur Lestari Riau, dalam rilis yang diterima Agrofarm, Kamis (21/2/2019).

Perusahan menyadari bahwa pelaksanakan program tersebut memerlukan peranan dan dukungan dari semua pihak, termasuk dari pemerintah. Peranan pemerintah dalam mengembangkan industri kelapa sawit sangat penting, terutama penetapan kebijakan yang dibutuhkan untuk mendukung Program Peremajaan Sawit Plasma seperti program KUR dengan persyaratan yang mudah diakses petani, pola kemitraan yang teritegrasi dan berkelanjutan yang menguntungkan petani melalui kemitraan usaha strategis, serta skema dana hibah BPDP-KS agar lebih mudah dan cepat.

Kolaborasi yang elegan antara petani/koperasi, pemerintah, bank dan perusahaan mitra usaha strategis diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani kelapa sawit.

“Kerja sama antara BPDP-KS, BRI Agro dan KUD Makmur Lestari untuk peremajaan kebun kelapa sawit seluas 322 Ha merupakan sebuah program kerja sama yang sangat strategis. KUD mendapatkan dana hibah yang dapat meringankan biaya mereka dari BPDP-KS dalam proses peremajaan kelapa sawit dan bunga yang kompetitif dari pihak bank,” jelas HY. Sihotang, Plasma Controller Riau, Sinar Mas Agribusiness and Food.

Untuk tahap pertama, peremajaan akan dilakukan di lahan seluas 322 ha dari 1.000 ha kebun binaan KUD. Total luas plasma Region Kampar, PT Ramajaya Pramukti seluas 18.158 Ha yang akan direplanting secara berkala dari tahun 2019-2025.

Komoditi kelapa sawit merupakan komoditi yang memilki potensi nilai ekspor yang tinggi. Pada 2017, industri ini mampu memberikan nilai ekspor produk kelapa sawit mencapai US$ 23 miliyar dan US$ 20,54 miliar pada 2018. Besarnya nilai ekspor tersebut berimplikasi positif terhadap peningkatan APBD dan APBN. Selain menambah devisa negara, industri kelapa sawit juga telah memberikan lapangan pekerja kepada sekitar 8,4 juta penduduk Indonesia.

Industri kelapa sawit Indonesia sebagian ditopang oleh petani plasma. Namun demikian, ada beragam tantangan yang ditemui antara lain kondisi tanaman sudah berumur diatas 25 tahun dengan tinggi lebih dari 15 meter yang menyebabkan menurunnya hasil TBS 10-15 ton/ha/tahun. Selain itu, kondisi tersebut juga menyebabkan rendahnya pendapatan petani yang mencapai Rp. 1.000.000 s.d. 1.500.000/bulan/ha. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah program kemitraan yang mampu meningkatkan kesejahteraan terutama petani plasma di Indonesia. ir/rls