20.8 C
New York

Hari Perkebunan ke 61, Kementan Ingin Membangun Kejayaan Perkebunan Indonesia

Published:

Agrofarm.co.id-Sub sektor perkebunan, dalam perjalanannya selalu memberikan peran dan kontribusi yang signifikan bagi bangsa dan masyarakat Indonesia.

Direktur Jenderal Perkebunan, Bambang mengatakan bahwa kunci untuk mendorong kejayaan perkebunan antara lain melalui sinkronisasi program dan sinergitas antar stakeholder bidang perkebunan lintas perkebunan/kota, provinsi dan pusat.

“Ini akan menghasilkan keterpaduan perencanaan, penyusunan dan pelaksanaan pembangunan perkebunan rakyat yang proporsional,” ujar Bambang pada peringatan Hari Perkebunan ke 61 di Gedung Sate Bandung.

Dia menambahkan, perwujudan semua program tersebut tentu sangat ditentukan oleh kerja sama dan dukungan semua kalangan, terutama partisipasi masyarakat pekebun dan pemerintah serta dukungan para pelaku usaha.

Namun demikian, pembangunan perkebunan tentunya menghadapi tantangan dan hambatan perdagangan global dimana Indonesia turut berperan serta aktif didalamnya.

“Untuk itu, kita tidak hanya perlu keterpaduan sumber daya alam maupun sumber daya alam manusia, namun juga memerlukan kebersamaan dan keterbukaan dari seluruh stakeholder pusat dan daerah, namun juga harus didukung penuh oleh peningkatan nilai tambah produk perkebunan untuk mendukung penguasaan pasar domestik komoditas perkebunan yang berorientasi ramah lingkungan serta aktif dalam berbagai forum diplomasi perkebunan untuk mengatasi tantangan dan hambatan tersebut,” jelas Bambang dalam keterangan resminya, Senin (10/12/2018).

Dia menjelaskan, Hari Perkebunan ke-61 juga membangun momentum positif untuk bagi seluruh insan perkebunan untuk menciptakan generasi generasi baru perkebunan yang sadar teknologi untuk lebih menguatkan jejaring perkebunan dalam peningkatan pembangunan perekonomian negara.

Sub sektor perkebunan memberikan peran dan kontribusi yang signifikan bagi bangsa dan masyarakat Indonesia, baik sebagai komoditi yang memiliki nilai ekonomis dalam menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri dan bio energi, maupun sebagai komoditas yang mampu memelihara dan memperbaiki fungsi lingkungan dan fungsi sosial, yaitu sebagai perekat dan pemersatu bangsa. Selain itu komoditas perkebunan berperan dalam penyedia lapangan pekerjaan dengan keterlibatan 22,69 juta jiwa tenaga kerja dan pekebun.

“Jika dilihat dari sumbangan terhadap PDB pertanian, komoditas perkebunan berkontribusi sebesar 34% atau senilai Rp 471,31 triliun dan angka ini lebih besar dari kontribusi Minyak dan Gas terhadap PDB Nasional yang hanya sebesar Rp 390,48 triliun pada tahun 2017,” beber Bambang.

Bahkan. lanjutnya, sampai dengan triwulan II tahun 2018, kontribusi perkebunan kepada PDB mencapai Rp 384,22 triliun, jauh lebih besar dari PDB minyak dan gas bumi yang hanya mencapai Rp 264,46 triliun.

“Keterpaduan sikap yang sejalan dan selaras dalam membangun perkebunan serta membentuk kesamaan persepsi untuk mendorong kejayaan perkebunan di berbagai lini merupakan ide dasar dalam mendorong pembangunan Indonesia yang tertuang dalam tema Hari Perkebunan kali ini yaitu Sinergi dan Akselerasi Kejayaan Perkebunan,” terangnya.

Rangkaian kegiatan Hari Perkebuan ke 61 tahun 2018 pada tanggal 8 10 Desember 2018 di Bandung meliputi pameran, workshop dewan komoditi, panggung terbuka, talk show, lounching E-STDB (Surat Tanda Daftar Budi daya), penyerahan sertifikat ISPO dan acara puncak Hari Perkebunan dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2018. Bantolo

Related articles

Recent articles