21.9 C
New York

4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK, Kemendag Terus Tingkatkan Ekspor

Published:

Agrofarm.co.id-Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menegaskan bahwa Kementerian Perdagangan terus berupaya menjaga dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan ekspor dan akses pasar. Pada laporan empat tahun Pemerintahan Jokowi-JK di Kantor Sekretariat Negara, Jakarta.

Mendag Enggar mengungkapkan sejumlah capaian dan strategi yang telah ditempuh terkait pemasaran produk Indonesia ke luar negeri dan peningkatan ekspor hingga 2018.

“Pemerintah telah bekerja keras mendorong perekonomian Indonesia, termasuk dengan terus menggenjot kinerja ekspor Indonesia, terutama di sektor nonimgas. Kinerja ekspor Indonesia dari tahun ke tahun sejak 2016 hingga 2018 tercatat terus membaik meskipun mendapat ancaman dari ketidakpastian perekonomian global,” ungkap Enggar, Selasa (23/10/2018).

Total nilai ekspor Indonesia pada 2017 membaik dibandingkan pada periode 2016 dengan mencatat peningkatan sebesar 16,2 persen, dari USD 145,1 miliar menjadi USD 168,7 miliar. Sementara itu, kinerja ekspor pada periode JanuariSeptember 2018 juga tercatat meningkat total nilainya dibandingkan periode JanuariSeptember 2017 sebanyak 9,41 persen, dari USD 123,3 miliar menjadi USD 134,9 miliar.

“Beberapa komoditas penyumbang nilai ekspor terbesar Indonesia di pasar dunia sepanjang 2016 hingga 2018 antara lain produk tambang dan logam; farmasi; transportasi dan persenjataan; semen; produk perkebunan; serta BBM, migas, dan pupuk,” ujar Enggar.

Adapun negara tujuan ekspor utama Indonesia yaitu China, Amerika Serikat (AS), Jepang, India, dan Singapur yang menguasai pangsa pasar ekspor Indonesia dengan persentase sebesar 23,34 persen ekspor Indonesia ke dunia.

Menurutnya, kinerja ekspor Indonesia digenjot dengan berbagai strategi, yakni dengan gencar melakukan sejumlah diplomasi ekonomi, seperti misi dagang, forum bisnis, pameran, dan festival, termasuk juga melakukan penetrasi ke pasar-pasar nontradisional.

“Pemerintah Indonesia secara konsisten meningkatkan perdagangan melalui gelaran pameran dan festival seperti Trade Expo, dan Festival Indonesia. Trade Expo Indonesia (TEI) ke-33 pun akan segera dimulai pada esok hari. Sedangkan, perluasan akses pasar kita lakukan dengan misi dagang ke negara-negara tradisional dan nontradisional. Pada 2018 ini saja telah dilaksanakan sebanyak sepuluh kali misi dagang,” jelas Enggar.

Sejak awal 2018, strategi pemasaran produk Indonesia melalui misi dagang ke India, Pakistan, Selandia Baru, Taiwan, Bangladesh, Tunisia, Maroko, AS, Swiss, dan Spanyol sukses mencetak transaksi lebih dari USD 10 miliar. Transaksi terbesar diperoleh pada misi dagang ke Pakistan sebesar USD 6,5 miliar melalui transaksi di bidang energi (gas), produk makanan olahan, rempahrempah, kopi, teh, kelapa sawit, kakao, serta investasi pada proyek penyulingan minyak sawit.

Selain itu untuk pertama kalinya dalam sejarah, Indonesia juga telah menyelenggarakan IndonesiaAfrica Forum yang menghasilkan transaksi sejumlah USD 596,56 juta. Dian

Related articles

Recent articles