Sapi-sapi hasil program Upsus Siwab/ist

Upsus Siwab Berhasil Menambah Populasi Sapi 2 Juta Ekor

Agrofarm.co.id-Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat sejak 2017 hingga saat ini Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) verhasil menambah Populasi sapi 2 juta ekor.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian (Kementan) I Ketut Diarmita mengatakan, ikut berbangga melihat sapi-sapi hasil program Upsus Siwab itu membuahkan hasil nyata. Pedet-pedet hasil inseminasi buatan (IB) yang digratiskan kepada para peternak itu kini telah menjadi harapan baru untuk menuju kemandirian sapi nasional.

Kinerja nasional Upsus Siwab tercatat dari data yang sudah masuk dalam sistem iSIKHNAS (Sistem Informasi Kesehatan Hewan Terintegrasi) telah mencapai angka yang menggembirakan. Angka kelahiran pada Upsus Siwab tahun 2017 tercatat sebanyak 911 ribu ekor, sedangkan tahun 2018 (per 24 September 2018) tercatat sudah sebanyak 1,18 juta ekor pedet yang lahir.

“Sejak pelaksanaan Upsus Siwab tahun 2017 hingga saat ini sudah lahir 2 juta ekor lebih pedet dari indukan sapi milik peternak,” kata Ketut dalam keterangan resminya, Senin (01/10/2018).

Dia menyatakan, enam bulan kedepan, diprediksi pedet yang lahir akan mencapai 3,5 juta ekor lahir. Prediksi ini berdasarkan catatan saat ini, sapi yang bunting ada sebanyak 1.465.885 ekor. “Ini artinya telah terjadi loncatan populasi luar biasa melalui program Upsus Siwab,” terangnya.

Ketut mengungkapkan, bahwa selain untuk mempercepat peningkatan populasi sapi di dalam negeri, Ia berharap Upsus Siwab juga mampu meningkatkan kualitas sumber daya genetik ternak sapi. “Kita dapat lihat pedet-pedet milik peternak yang ditampilkan di sini, bagus-bagus dan sehat,” ungkapnya.

Sementara itu, capaian IB Provinsi Jawa Tengah 2018 ini sudah mencapai 603.947 atau 100,66% dari 600 ribu yang ditargetkan. Untuk kebuntingan dari pelayanan pemeriksaan kebuntingan (PKp) sebanyak 221.939 ekor dan saat ini sudah ada sebanyak 162.357 ekor yang bunting dan sebanyak 109.895 ekor yang dilaporkan lahir. Namun menurutnya, masih ada beberapa sapi yang bunting dan lahir namun belum dilaporkan.

Saya berharap seluruh kegiatan Upsus Siwab baik pelayanan IB, PKb, maupun kelahiran selalu dilaporkan dalam sistem iSIKHNAS, karena pelaporan ini sangat penting untuk pencatatan (recording) dan penelusuran adanya penambahan populasi dari kelahiran pedet-pedet tersebut. Sehingga keberhasilan dari dampak Program Upsus Siwab ini dapat terukur,” imbaunya.

Ketut yakin dengan kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas capaian kinerja Upsus Siwab nasional sampai dengan akhir tahun dapat tercapai. Ia pun menyampaikan apresiasi kinerja petugas Inseminator, Petugas PKb, dan Dokter Hewan, serta Pelayanan Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan Upsus Siwab.

“Mereka itu sebagai ujung tombak keberhasilan di lapangan, tanpa kerja keras dari mereka program ini tidak akan berhasil. Ditjen PKH tengah mempersiapkan penghargaan kepada petugas dan Dinas terbaik yang dinilai berdasarkan data pelaporan yang masuk dalam iSIKHNAS,” tandas Ketut. Bantolo

 

2 comments

  1. Nice blog here! Also your website loads up fast! What web host are you using?

    Can I get your affiliate link to your host?
    I wish my site loaded up as quickly as yours
    lol

  2. Hello There. I found your blog using msn. This is an extremely well written article.
    I’ll make sure to bookmark it and come back to read more of your
    useful info. Thanks for the post. I will certainly return.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *