Agrofarm-Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menilai ada beberapa tantangan di sektorpertanian indonesia ke depan yang harus ditangani. Untuk itu,Indonesia butuh peminpin negara yang siap hadapi tantangan pertanian tersebut.
Ketua Umum HKTI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengatakan, ada isu-isu strategis di sektor pertanian yang harus segera ditangani. Pertama adalah sempitnya lahan. Kedua, akses petani terhadap perbankan sangat rendah. Ketiga, respon petani terhadap teknologi pertanian masih belum baik. Keempat, persoalan manajerial dan kelima, persoalan paska panen.
Lebih jauh lagi ia telah mengidentifikasi permasalahan tambahan yaitu kurangnya minat generasi muda untuk masuk ke sektor pertanian. “Ini karena kondisi pertanian kita kurang menjanjikan. Kalau kita coba dari kondisi yang kurang menjanjikan menjadi menjanjikan, maka saya pastikan banyak yang akan bergabung dengan kita (petani),” ujar Moeldoko pada acara Diskusi Publik dengan tema “Tantangan Pertanian Indonesia 5 Tahun ke Depan” di kantor HKTI Jakarta Psat, Kamis (02/8/2018).
Untuk itu sejak pensiun, Moeldoko telah fokus bertani yang memang merupakan asal dan cita-citanya sejak kecil. Berbekal kemampuan manajerial, ia membawa kerangka kerja yang berbeda di dalam sektor pertanian Indonesia yang mendorong produktivitas secara signifikan.
Pencapaian ini makin jelas ketika ia ditunjuk sebagai pimpinan HKTI oleh Presiden Jokowi. Di bawah kepemimpinannya, HKTI berhasil mencatatkan sejumlah pencapaian yang tak diduga sebelumnya.
Pertama, menciptakan bibit unggulan M400 dan M70D dengan sertifikasi dan pujian dari Menteri Pertanian. Kedua, mendirikan perusahaan M-Tani untuk mengembangkan bibit unggul, pupuk, teknologi pertanian dan pendampingan bagi petani.
Ketiga, membangun pompa air raksasa di Gunung Kidul untuk mendukung pertanian kawasan. Keempat, membentuk kelengkapan organisasi HKTI berupa organiasi otonom HKTI yaitu Koperasi HKTI Tani Makmur Sejahtera, Media Center, IT Data Center, Brigade Anti Hama, Lembaga Litbang, LBH dan Event Organizer.
Untuk mengundang generasi muda masuk, Moeldoko juga gencar melakukan sejumlah langkah-langkah out-of-the-box, termasuk HKTI Innovation Award, mengaktifkan kembali Pesta Petani Muda (Pestani), pengembangan pesawat drone untuk pertanian, pemberdayaan organisasi sayap Pemuda Tani dan perempuan Tani, serta kerjasama dengan kampus dan pesantren untuk menciptakan pemuda petani.
Bersama dengan Moeldoko, Presiden Jokowi akan mampu menghadapi tantangan sektor pertanian ke depan, dan mewujudkan cita-cita Indonesia yang Berdaulat Pangan.
“Kurun waktu 5 sampai 10 tahun mendatang ini saya pikir krisis tentang energi termasuk masalah pertanian itu membutuhkan orang-orang yang memahami tentang tani, sehingga kita perlu meningkatkan atau menguatkan masalah pertanian ke depan,” jelas Sekjen HKTI Mayor Jenderal (Purn) Bambang Budi Waluyo. Bantolo
