Foto industri susu (Ist).

Permentan 26/2017 Direvisi, Kementan Tetap Dorong Kemitraan

Agrofarm-Adanya perubahan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 26 Tahun 2017 menjadi Permentan 33 Tahun 2018 tentang Penyediaan dan Peredaran Susu, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) menegaskan bahwa Pemerintah tetap akan terus mendorong kemitraan antara peternak sapi perah dengan industri pengolahan susu (IPS).

“Pemerintah akan terus berusaha keras dan mengupayakan agar kemitraan yang saling menguntungkan tetap berjalan dengan mengacu pada berbagai regulasi yang berlaku dan dukungan dari stakeholders yang peduli pada para peternak,” kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita dalam keterangan resminya, Senin (20/8/2018).

Ketut menjelaskan bahwa perubahan tersebut karena adanya kepentingan nasional yang lebih besar dalam perdagangan dunia. “Perubahan ini adalah wujud nyata dari kewajiban Indonesia sebagai anggota WTO, sehingga kita harus mensinergikan dengan aturan di dalamnya, terutama terkait dengan ekspor-impor,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia sampaikan bahwa meskipun keberadaan Permentan 26 direvisi, namun bukan berarti kita harus ikut-ikutan galau dan kehilangan akal untuk terus memperjuangkan nasib peternak. “Justru dengan hal ini kita harus semangat dan bangkit dan siap menghadapi era perdagangan bebas ini dengan cara bijak, terutama dalam peningkatan produksi susu di dalam negeri yang berkualitas dan berdaya saing,” ujarnya.

Menurutnya, dengan adanya Permentan Nomor 30/2018 bukan berarti kemitraan hilang, karenanya Kementan tetap mendorong pola kemitraan dengan regulasi yang ada. “Kita mempunyai kesamaan satu mimpi untuk memajukan dunia peternakan Indonesia dan kita tidak perlu khawatir karena masih ada Permentan Nomor 13 tahun 207 tentang Kemitraan Usaha Peternakan,” jelasnya.

Hal ini artinya, dengan perubahan permentan tersebut, program kemitraan antara pelaku usaha persusuan nasional dan peternak dan koperasi tetap akan ada dalam rangka peningkatan populasi dan produksi susu segar dalam negeri.

“Kita sangat mengapresiasi atas semakin tingginya komitmen para pelaku usaha besar dan pelaku hilir, untuk selalu membangun kemitraan dengan peternak, koperasi dan pelaku di hulu,” tuturnya.

Dia menyebutkan, partisipasi dari para stakeholder (perusahaan integrator) dalam implementasi Permentan 26/2017 sejak diundangkan tanggal 17 Juli 2017 hingga 16 Agustus 2018 telah masuk 102 proposal dari 120 perusahaan yang terdiri dari 30 Industri Pengolahan Susu (IPS) dan 90 importir, dengan total nilai investasi kemitraan sebesar Rp 751,7 miliar untuk periode tahun 2018.

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan kemitraan yang telah dilaksanakan pada 5 – 31 Juli 2018 oleh tim Analisis dan Kebutuhan Susu yang keanggotaannya lintas Kementerian dan Lembaga menunjukkan hasil bahwa kesesuaian realisasi kemitraan dengan proposal adalah 80 persen dengan jenis kemitraan yang dilakukan meliputi: penambahan populasi/pakan/sarana sebesar 41,38%; pemanfaatan SSDN 34,48% dan Permodalan 24,14 %.

“Hal ini membuktikan betapa besarnya dukungan, peran aktif dan partisipasi dari berbagai stakeholder persusuan yang sangat luar biasa dalam pengembangan persusuan nasional,” kata Diarmita.

“Untuk itu, kita semua harus bergandengan tangan untuk terus membangkitkan persusuan di dalam negeri. Kalau kita bergerak sendiri-sendiri, pasti hasilnya tidak akan maksimal,” tandasnya. Bantolo

2 comments

  1. Oh my goodness! Amazing article dude! Thanks, However I am going through difficulties
    with your RSS. I don’t understand the reason why I cannot
    join it. Is there anybody else getting identical RSS issues?
    Anyone who knows the answer will you kindly respond?
    Thanks!!

  2. Hello, i think that i saw you visited my website thus i came to +IBw-return the favor+IB0-.I am attempting to find things to enhance my web site!I suppose its ok
    to use some of your ideas!! adreamoftrains web hosting companies

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *