PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. (Ist)

Produksi TBS LSIP Naik 8,7% pada Semester I 2018

Agrofarm-Dalam laporan keuangan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) mencatatkan kinerja positif yakni meningkatnya produksi kelapa sawit pada semester I 2018.

Perusahaan mencatat kenaikan produksi Tandan Buah Segar (TBS) inti sebesar 8,7% yoy menjadi 636.539 ton dan total produksi CPO meningkat 3,5% yoy pada semester I tahun ini menjadi 186.812 ton. sementara itu pada kuartal II 2018, produksi TBS inti meningkat 15,7% yoy dan total produksi CPO meningkat 14,7% yoy.

Presiden Direktur LSIP Benny Tjoeng, mengatakan, pada semester I dan kuartal II 2018 perseroan mencatat pertumbuhan produksi, baik produksi TBS inti dan total CPO. Namun perusahaan menghadapi penurunan harga komoditas terutama harga produk sawit dan karet serta penurunan volume penjualan terutama volume penjualan CPO karena realisasi persediaan CPO yang berdampak pada kinerja Perseroan.

“Industri perkebunan diperkirakan akan tetap kompetitif dan menantang, kami terus memperkuat posisi keuangan, fokus pada praktik-praktik agrikultur yang baik serta meraih potensi pertumbuhan sehingga dapat mendukung upaya-upaya kami untuk mengatasi tantangan-tantangan di masa depan,” jelas Benny dalam keterangan resminya, Selasa (31/7/2018).

Penurunan harga jual rata-rata dari produk sawit (CPO & PK) dan karet serta penurunan volume penjualan terutama volume penjualan CPO karena adanya timing pada realisasi persediaan CPO, berdampak pada total penjualan dan laba Perseroan.

Penjualan Lonsum pada 1H2018 mencapai Rp1,76 triliun atau turun 28,5% yoy, sementara itu laba usaha dan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun masing-masing sebesar 51,9% yoy dan 47,5% yoy menjadi Rp253,9 miliar dan Rp224,9 miliar.

Sementara itu, kontribusi produk sawit terhadap total penjualan mencapai 91% diikuti oleh karet sekitar 5% dan benih bibit sawit sekitar 2%. Lonsum mempertahankan posisi keuangan yang sehat dengan total aset mencapai Rp10,43 triliun serta tanpa funded debt.

Adapun posisi kas dan setara kas meningkat dari Rp1,62 triliun pada 31 Desember 2017 menjadi Rp1,88 triliun pada 30 Juni 2018, terutama dikontribusikan dari kas neto yang berasal dari aktivitas operasi. Bantolo