17.1 C
New York

Presiden Jokowi: Industri Sawit Perlu Sasar Pasar Negara Berkembang

Published:

Agrofarm.co.id-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyarankan kepada pelaku industri kelapa sawit di Indonesia untuk segera melakukan penetrasi pasar ke negara-negara berkembang. Hal itu dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pasar ke negara maju.

“Sebagai produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia, sudah saatnya kita fokus pada pasar-pasar negara berkembang dengan penduduk besar, bukan hanya pasar negara maju. Segera lakukan penetrasi pasar ke negara-negara itu. Sukses kelapa sawit Indonesia,” ujar Presiden dalam pesan video yang diputar saat pembukaan ICOPE 2018 di Nusa Dua, Bali, Rabu (25/4).

Menko Perekonomian Darmin Nasution menambahkan pesan Presiden itu disampaikan agar industri kelapa sawit di Indonesia mencari pasar baru di negara-negara berkembang.

“Sebetulnya Presiden ingin mengatakan kalau mau berkembang lebih banyak, lebih lanjut, jangan hanya bertahan di pasar yang sama. Mulailah dengan pasar yang baru. Siapa pasar yang baru, itu adalah pasar dari negara-negara emerging,” kata Darmin Nasution.

Menurut dia, pasar baru yakni negara-negara berkembang memiliki tiga keunggulan. “Jumlah penduduknya besar, pendapatannya juga lumayan, dan pertumbuhan kebutuhannya lebih tinggi. Itu pesan Presiden,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut dia, kementerian perdagangan secara khusus dan pemerintah secara umum membuat pembicaraan-pembicaraan bilateral dengan beberapa negara di Afrika dan Asia. “Penduduk dua kawasan itu besar dan kebutuhannya tinggi,” ujarnya.

Franky Oesman Widjaja, Chairman dan CEO Sinar Mas Agribusiness and Food, menambahkan industri minyak kelapa sawit merupakan industri utama dan penting di Indonesia. Sektor industri ini merupakan mesin ekonomi yang menciptakan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan kehidupan dan kesejahteraan jutaan orang Indonesia. Industri minyak sawit mempekerjakan 21,2 juta orang secara langsung dan tidak langsung, menghasilkan US$ 21,25 miliar dari ekspor pada 2017, ucapnya. Bantolo

 

Related articles

Recent articles