Agrofarm-Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) 37,8 juta ton di tahun 2017. Ini merupakan prestasi terbesar sepanjang sejarah sawit Indonesia.
Hal itu diungkapkan oleh Dirjen Perkebunan Kementan Bambang dalam acara International Conference and Expo Indonesia Sustainable Palm Oil (ICE-ISPO) 2018 di Balai Kartini Jakarta, Rabu (11/4/2018).
Dia mengatakan, Indonesia sudah menjadi produsen sawit terbesar di dunia. Menguasai lebih 50% pangsa pasar CPO dunia. Sementara itu, areal perkebunan sawit tercatat 14,03 juta hektare (ha). “Dari luasan areal tersebut 5,61 juta ha atau 40% merupakan perkebunan rakyat,” tuturnya.
Menurutnya, harus disadari sawit adalah kekuatan besar dalam menghasilkan panga dan energi baru terbarukan paling produktif maupun efisien.
Dia menjelaskan, saat ini konsumen mnyak sawit dunia sedang memainkan peran membuat isu-isu negatif dengan bermacam dalih. Misalnya sawit dituding merambah hutan, penyebab kebakaran dan deforestasi.
“Untuk itu, kita wajib untuk terus menantang dan memperjuangkan eksistensi sawit Indonesia. Namun demikian, kita tidak boleh menghabiskan energi untuk mengikuti permainan yang dibuat oleh pihak anti sawit. ini musti dijadikan intropeksi diri kita untuk berbenah dan memperbaiki kekurangan dalam mengelola sawit,” terang Bambang. Bantolo
