Penjabat Bupati Purwakarta M Taufiq Budi Santoso mengajak Nahdlatul Ulama untuk menjadi mitra pembangunan/hms

Penjabat Bupati Purwakarta Ajak Nahdlatul Ulama Jadi Mitra Pembangunan

Agrofarm.co.id-Penjabat Bupati Purwakarta M Taufiq Budi Santoso mengajak organisasi Islam terbesar di Purwakarta, Nahdlatul Ulama untuk menjadi mitra pembangunan. Hal ini terungkap dalam sebuah pertemuan yang digelar di Bale Nagari, komplek Setda Purwakarta, Jalan Gandanegara No 25, Rabu (21/3/2018).

Seluruh jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Purwakarta turut hadir dalam pertemuan itu. Kepala BAPPEDA dan Litbang, Tri Hartanto juga hadir mendampingi M Taufiq.

Saya berharap seluruh pengurus dan anggota PCNU Purwakarta dapat turut serta mensukseskan pembangunan. Apalagi, ada momen Pilkada 2018, kita ingin agar penyelenggaraannya berjalan lancar, kata M Taufiq.

Andil khusus dari PCNU diminta oleh M Taufiq dalam menyongsong pilkada bupati dan wakil bupati juga pilkada gubernur dan wakil gubernur. Peran NU menurut dia, sangat signifan dalam kehidupan masyarakat.

PCNU juga harus turut andil dalam menjaga keamanan dan ketertiban, katanya

Terkait pembangunan, secara khusus M Taufiq meminta sumbang saran kepada organisasi Islam yang menjunjung nilai tradisi tersebut. Menurut dia, hal ini dalam rangka membangun masyarakat Purwakarta yang memegang teguh nilai-nilai spiritual.

Dalam kesempatan ini saya meminta sumbang saran kepada PCNU Purwakarta dalam rangka penataan daerah yang lebih baik lagi, katanya.

PCNU Purwakarta Tegaskan Netralitas

Menanggapi ajakan Penjabat Bupati Purwakarta, Ketua Dewan Tanfidz PCNU Purwakarta, M Soleh menegaskan netralitas. Kata dia, Nadlatul Ulama konsisten pada nilai keumatan dan kemasyarakat di Purwakarta dan tidak ingin terjebak ke dalam wilayah politik praktis.

NU merupakan organisasi kemasyarakatan dan bukan partai politik. Saya kira, Bapak Bupati sudah memahami netralitas kami. Karena itu, kami belum berpihak kepada salah satu pasangan calon baik di Purwakarta maupun di Jawa Barat, tegasnya.

Posisi netral dipilih oleh NU bukan tanpa alasan. Secara institusi, NU menginginkan agar nilai silaturahmi tetap terjaga di antara semua pasangan calon yang ada. Ini semata kami lakukan agar nilai silaturahmi tetap terjaga di antara semuanya, katanya menambahkan.

Kedekatan Nahdlatul Ulama dengan masyarakat Purwakarta pun terbilang erat. Hal ini dapat tercermin dari komposisi guru ngaji yang mengajar di sekolah umum di Purwakarta. NU menjadi pusat rekrutmen para guru ngaji tersebut.

Bahkan, mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi tercatat sebagai pengurus aktif dalam organisasi Nahdlatul Ulama di Purwakarta sebagai Wakil Ketua. adv

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *