Direktur Corporate Affairs Asian Agri Fadhil Hasan menyerahkan premi secara simbolis kepada perwakilan petani plasma dari Riau, Parwito Saring (kanan) dan Trianto (kiri) disaksikan oleh Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM RI Ir. Agus Muharam, M.SP dan Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian Bambang/ist

Asian Agri Berikan Premi Rp 3,6 M ke Petani Plasma

Agrofarm-Asian Agri menyerahkan premi minyak sawit berkelanjutan Rp3,6 miliar kepada 12 ketua Koperasi Unit Desa (KUD) yang menaungi 30.000 petani plasma dari Propinsi Riau dan Jambi.

Direktur Corporate Affairs Asian Agri, Fadhil Hasan mengungkapkan, hubungan kemitraan Asian Agri dengan petani melalui koperasi berfokus pada intensifikasi dan transfer pengetahuan akan praktikpraktik terbaik pengelolaan kelapa sawit untuk dapat turut diterapkan oleh para petani.

“Kami menempatkan kemitraan dengan petani sebagai model bisnis utama perusahaan, dimana peran petani tidak dapat terpisahkan dari Asian Agri dan kesejahteraan petani merupakan bagian dari tanggung jawab kami,” ujar Fadhil di Ruang Auditorium Kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Selasa (10/4/2018).

Selain telah mencapai usia 30 tahun kemitraan, di tahun 2018 ini hubungan kemitraan Asian Agri dengan para petani plasma juga menorehkan prestasi positif, dimana seluruh petani plasma binaan Asian Agri telah tersertifikasi oleh RSPO, setelah sebelumnya tersertifikasi oleh ISCC.

“Tahun ini merupakan penanda pencapaian positif bagi kemitraan Asian Agri dengan petani plasma, dimana seluruh petani mitra Asian Agri telah berhasil memperoleh sertifikasi, dan hal ini memungkinkan para petani untuk mendapatkan nilai lebih dari buah yang dihasilkannya.”

“Kami berharap premi ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kepentingan petani secara kolektif melalui koperasi, untuk pengelolaan kebun sawit, maupun hal lain yang dapat meningkatkan kualitas hidup petani dan desa,” ujar Fadhil.

Pawito Saring, petani plasma binaan Asian Agri menjelaskan kemitraan bersama perusahaan menjadi jawaban atas permasalahannya pada awal menjadi petani.

Kemitraan kami dengan Asian Agri dari awal tidak hanya sebatas pada mengarahkan, namun juga memberikan pendampingan dan pembinaan untuk mempraktikan pengelolaan sawit yang baik dan benar.

“Kami difasilitasi dan dipacu untuk mengembangkan kemampuan dan wawasan mengenai praktik-praktik pengelolaan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan melalui berbagai pelatihan dan fasilitas yang diberikan. Hasilnya, kini kami berhasil mendapatkan sertifikasi dan premi ini adalah salah satu manfaat yang kami rasakan sangat menguntungkan bagi kami dan koperasi dimana kami bernaung,” terang Saring.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Agus Muharam mengatakan, keberadaan kelapa sawit di Indonesia mendukung peningkatan pendapatan masyarakat, khususnya di daerah-daerah yang dekat dengan perkebunan kelapa sawit.

Menurutnya, Industri kelapa sawit mendukung usaha pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya pedesaan dan di sekitar perkebunan kelapa sawit.

“Pembagian hasil penjualan minyak sawit ini merupakan contoh yang baik dari hubungan kemitraan antara perusahaan dengan mitranya, dimana dalam hal ini diterapkan oleh Asian Agri kepada para petani binaan,” ujar Agus.

Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian Bambang menegaskan, dukungan pemerintah dalam penerapan praktik agronomi berkelanjutan melalui kemitraan petani dan perusahaan sebagai pendamping.

“Indonesia harus menghadapi tantangan pasar internasional terhadap sumber pasokan kelapa sawit yang jelas dan memiliki sertifikasi keberlanjutan,” tegas Bambang.

Dia menambahkan, pihaknya mendorong semua petani kelapa sawit untuk memperoleh sertifikasi keberlanjutan termasuk ISPO dan RSPO sehingga produk sawit Indonesia diterima oleh pasar internasional dan petani berkesempatan mendapat insentif atas penjualan minyak sawit berkelanjutan. Bantolo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *