Produk Furniture Indonesia/ist

Produk Furnitur Indonesia Laris Manis di Dubai

Agrofarm-Seluruh produk furnitur Jatra Design Studio berhasil terjual dalam pameran INDEX Exhibition yang berlangsung pada 2629 Maret 2018 di Dubai World Trade Centre, Dubai, Persatuan Emirat Arab (PEA). Keikutsertaan Jatra Design Furnitur pada pameran ini merupakan hasil fasilitasi Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Dubai.

“Seluruh produk Jatra Design Studio yang dibawa ke INDEX Exhibition terjual habis. Produk-produk yang diminati antara lain meja rapat besar, sofa, dan kursi tamu. Beberapa buyer tercatat telah melakukan repeat order,” ungkap Kepala ITPC Dubai Heny Rusmiati dalam siaran persnya, Selasa (17/4/2018).

Selain itu, lanjut Heny, Jatra Design Studio juga mendapatkan tawaran dari pelaku usaha furnitur asal Oman, Arab Saudi, dan PEA untuk menjadi distributor di kawasan Timur Tengah. “Salah satu perusahaan yang tertarik menjadi agen tersebut adalah Almas Design yang merupakan perusahaan furnitur terbesar di PEA dan telah memiliki beberapa gerai yang tersebar di PEA,” imbuh Heny.

Pada pameran ini, Jatra Design Studio juga melakukan kontak lanjutan dengan mitranya di PEA yaitu Neocasa Interiors yang telah dirintis sejak tahun 2017. Neocasa Interiors merupakan perusahaan ternama di PEA yang memasok furnitur di properti keluarga kerajaan di PEA.

Perusahaan tersebut ingin melakukan penjajakan lanjutan untuk menjadi investor di pabrik Jatra Design Studio di Indonesia, khususnya dalam memproduksi papan partikel (chipboard) untuk produk furnitur kualitas premium. Hingga saat ini, kedua belah pihak masih mempelajari kesepakatan kontrak kerja sama investasi. “Jatra Design Studio telah meminta bantuan ITPC Dubai untuk memfasilitasi proses tersebut dan kami siap membantu,” tandas Heny.

Jatra Design Studio merupakan perusahaan furnitur berkualitas premium yang berasal dari Solo, Indonesia. Pada tahun 2017, Jatra Design Studio berhasil menjuarai lomba desain di Singapura. Jatra Design Studio juga merupakan satu-satunya perusahaan furnitur yang lolos seleksi kurasi untuk mewakili Indonesia pada pameran Design Pier 2018 di New York, Amerika Serikat.

INDEX Exhibition

INDEX Exhibition merupakan pameran terbesar dalam bidang produk furnitur, kerajinan tangan, dan desain interior di PEA. Pameran yang diikuti oleh 1.000 peserta dari 50 negara di seluruh dunia ini sangat potensial dan relevan untuk meningkatkan nilai perdagangan Indonesia ke PEA.

Selain itu, INDEX Exhibition merupakan salah satu pintu masuk untuk menjadi pemasok dalam proses pembangunan infrastruktur di negara tersebut. “Saat ini, PEA sedang melakukan pembangunan infrastruktur secara besar-besaran, terutama hotel dan apartemen, dalam rangka menyambut World Expo 2020 Dubai. Untuk itu, peluang ini diharapkan dapat dimanfaatkan para pelaku usaha Indonesia,” jelas Heny.

Pada pameran tersebut, sekitar 100 pengunjung potensial mendatangai stan Indonesia. Para pengunjung tercatat berasal dari PEA, Saudi Arabia, Oman, Lebanon, Kuwait, Iran, Australia, Macedonia, dan beberapa negara dari kawasan Afrika.

“Misi utama keikutsertaan Indonesia pada INDEX Exhibition adalah untuk mendorong penetrasi produk berkualitas premium Indonesia, khususnya furnitur; dan memberikan sinyal kuat ke masyarakat di Timur Tengah bahwa Indonesia memiliki produk premium dan eksklusif,” terang Heny.

Total perdagangan nonmigas IndonesiaPEA tahun 2017 tercatat sebesar USD 2,1 miliar dengan nilai ekspor Indonesia sebesar USD 1,5 miliar dan impor sebesar USD 509,6 juta. Dengan demikian Indonesia mengalami surplus perdagangan nonmigas sebesar USD 1 miliar.

Dari total ekspor nonmigas Indonesia ke PEA tahun 2017, produk furnitur memberikan kontribusi sebesar 0,57%. Ekspor furnitur Indonesia ke PEA pada tahun 2016 tercatat sebesar USD 10 juta, atau hanya mencapai 1,2% dari total impor produk furnitur PEA dari seluruh dunia yang sebesar USD 820,30 juta. Dian