Bambang Dirjen Perkebunan Kementan membuka acara International Conference and Expo – Indonesia Sustainable Palm Oil (ICE-ISPO) 2018 di Balai Kartini Jakarta/bimo

Dirjen Perkebunan Berharap Semua Perkebunan Sawit Miliki Sertifikat ISPO

Agrofarm-Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Bambang mengungkapkan, Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO) harus dijadikan kewajiban bagi semua pelaku usaha sawit.

“Hal ini menyusul adanya tuntutan keberterimaan ISPO di pasar internasional. Sehingga muncul gagasan Kemenko Perekonomian memperkuat ISPO. Padahal yang dibutuhkan adalah percepatan pelaksanaan ISPO bukan pada penguatannya,” ujar Bambang pada acara International Conference and Expo Indonesia Sustainable Palm Oil (ICE-ISPO) 2018 di Balai Kartini Jakarta, Rabu (11/4/2018).

Maka itu, lanjutnya, ISPO terus berbenah sesuai permintaan pasar. “Perbaikan terus dilakukan, tapi kuncinya hal-hal yang menghambat percepatan pelaksanaan ISPO bisa kita carikan jalan keluarnya,” katanya.

Meskipun, dia mengkui, industri sawit perlu dilakukan pembenahan. Perkebunan sawit besar nasional sebagian belum memilliki Izin Usaha Perkebunan (IUP), Hak Guna Usaha (HGU), produktivitas minyak sawit dibawah standar.

“Apalagi pada perkebunan sawit rakyat produktivitas sawit rendah, masuk kawasan hutan, status lahan tidak jelas, kemitraan dengan perusahaan belum terbangun. Ini pekerjaan rumah besar kita semua dalam memperbaiki tata kelola perkebunan sawit berkelanjutan,” ungkap Bambang.

Dia berharap, semua perkebunan sawit memiliki sertifikat ISPO ke depannya. Sehingga tidak ada celah untuk orang berkata buruk terhadap sawit Indonesia, tandasnya.

Berdasarkan data, jumlah sertifikasi ISPO yang diterbitkan saat ini adalah 346 perusahaan, dengan luas areal perkebunan sawit 2.041.548 hektare (ha) dan total produksi CPO mencapai 8.757.839 ton.

Aziz Hidayat, Ketua Sekretariat ISPO mengatakan, tujuan ISPO sudah mencakup semua yang diinginkan dunia internasional yaitu mendorong usaha perkebunan untuk mematuhi semua peraturan pemerintah, meningkatkan kesadaran pengusaha kelapa sawit untuk memperbaiki lingkungan dan melaksanakan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing.

“Karena itu sekarang yang perlu dilakukan adalah meningkatkan keberterimaan ISPO di dunia internasional, karena apa yang dimaui mereka juga sama dengan tujuan kita,” pungkas Azis. Bantolo

 

 

2 comments

  1. Everything is very open with a really clear clarification of the
    issues. It was definitely informative. Your site is extremely helpful.
    Many thanks for sharing!

  2. It’s amazing for me to have a web site, which is good in favor
    of my experience. thanks admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *