tandan kosong sawit/ist

Eropa Apresiasi Pengelolaan Sawit Indonesia

Agrofarm-Dalam kunjungan kerja ke Brussel Belgia, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya mengungkapkan, pihak Uni Eropa (UE) mengapresiasi Indonesia dalam perbaikan pengelolaan kelapa sawit.

Sebagaimana diketahui, berbagai pemangku kepentingan di UE kerap menyerukan bahwa kelapa sawit merupakan penyebab utama deforestasi di Indonesia sehingga muncul usulan untuk phase out palm oil-based biofuels di UE pada tahun 2021.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat engagement Pemri dengan berbagai stakeholders di Uni Eropa. Menteri LHK telah bertemu dengan Heidi Hautala, Vice-President of the European Parliament untuk menjelaskan langkah-langkah Pemri untuk mengatasi deforestasi di Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa tingkat deforestasi di Indonesia telah menurun drastis dari 1,09 juta hektar menjadi 0,61 juta hektar dan diproyeksikan turun menjadi 0,45 juta hektar pada 2020 dan 0,35 juta hektar pada 2030.

“Hal ini merupakan dampak dari penerapan moratorium pengalihan lahan gambut, penguatan law enfo rcement dan upaya penerapan good governance di tingkatan pemerintah daerah,” tutur Siti dalam siaran persnya, Kamis (05/4/2018).

Dia mengatakan, upaya pemerintah Indonesia untuk memperbaiki pengelolaan lahan di Indonesia, terutama dalam aspek lahan diapresiasi oleh politisi yang berasal dari Finlandia tersebut.

VP Hautala menyampaikan pula bahwa dokumen proses pembahasan antara Parlemen, Dewan dan Komisi EU mengenai rencana pengenaan tarif untuk kelapa sawit terbuka untuk publik sesuai perintah pengadilan. Ini memudahkan Indonesia untuk mencermati perkembangan dan menyampaikan respon. Bantolo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *