Tanaman sorgum/ist

LIPI dan Jepang Kembangkan Sorgum di Lahan Marginal

Agrofarm-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya melaksanakan kerjasama penelitian Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development (SATREPS) dengan Universitas Kyoto Jepang.

Kerja sama ini juga didukung oleh Japan International Coorporation Agency (JICA) dan Japan Science and Technology (JST).

Kerja sama dengan jangka waktu 2016 hingga 2021 tersebut bertujuan untuk mengembangkan teknologi yang mampu mengembalikan lahan marginal padang rumput alang-alang menjadi lahan produktif.

“Kerja sama penelitian SATREPS ini akan mengoptimalkan lahan tersebut untuk tanaman sorgum sebagai sumber biomassa,” kata Plt Kepala LIPI, Bambang Subiyanto dalam keterangan resminya, Jumat (06/4/2018).

Dikatakannya, optimalisasi tanaman sorgum bisa dilakukan dengan intervensi teknologi untuk meningkatkan produktivitas melalui seleksi dan perbaikan genetik tanaman itu.

“Sehingga, tanaman sorgum mempunyai kandungan lignin yang tinggi, tahan kekeringan dan penyakit, serta tidak mudah rebah,” ujarnya.

Selain penelitian, Didik Widyatmoko, Kepala PKT Kebun Raya LIPI menambahkan bahwa juga akan dilakukan kegiatan peningkatan kapasitas peneliti dalam proyek SATPRES ini.

Peningkatakan kapasitas ini melalui studi lanjut, training dan lecture, penyelenggaraan konferensi baik di Indonesia maupun di Jepang, penyediaan bahan-bahan penelitian, serta sumbangan alat laboratorium dari Pemerintah Jepang kepada Institusi di Indonesia melalui skema pendanaan JICA.

“Tujuan lain kegiatan SATREPS ini adalah melakukan revitalisasi laboratorium Treub, dimana dalam sejarah panjangnya sejak didirikan pada 30 Mei 1868 telah menghasilkan berbagai penemuan-penemuan yang signifikan bagi ilmu pengetahuan botani,” jelas Didik.

Perlu diketahui, hingga tahun 2018 ini, telah diserahterimakan 53 alat-alat laboratorium untuk kegiatan SATREPS kepada LIPI. Alat-alat tersebut diantaranya adalah PCR machine, Photosynthetic Ratemeter, Atomic Absorption Spectrometer, Microplate Reader, serta Hydraulic Compression Molding Machine.

“Alat-alat tersebut telah diinstal di beberapa laboratorium di LIPI khususnya di Kedeputian Ilmu Pengetahuan Hayati,” pungkas Didik. Bantolo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *