Kepala BMKG Dwikorita Karnawati /ist

Kepala BMKG : Kondisi Cuaca Basah, Potensi Karhutla Tetap Ada

Agrofarm-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, kondisi cuaca tahun 2018 lebih basah dibandingkan tahun 2015. Selain itu, tingkat kekeringan tidak seekstrim tahun 2015.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, pada Mei-Agustus 2018, Indonesia memasuki musim kering namun tidak merata. Kemudian, dilanjutkan musim hujan secara merata di seluruh wilayah Indonesia pada Oktober hingga Desember. Sementara itu, hingga Mei, cuaca dikategorikan dalam kondisi weak La Nina.

“Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap ada dan harus diantisipasi sejak dini,” kata Rita sapaan akrab Dwikorita dalam Munas ke 10 Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) bertema Kemitraan dengan petani sawit Demi kesejahteraan bangsa di Hotel Fairmont, Rabu (14/3/2018).

Menurut Rita, sebagian wilayah di Sumatera, Jawa dan Kalimantan, pada bulan Maret telah memasuki puncak musim kering. Karena itu, potensi hutan terbakar tetap ada dan harus diantisipasi.

Pada saat bersamaan, ada juga wilayah mengalami puncak musim hujan seperti pantai barat Sumatera. sebaliknya di pantai timur justru kering,” kata mantan Rektor Universitas Gajah Mada (UGM) tersebut.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono Prabowo menambahkan, kondisi cuaca tahun ini yang diprediksi normal, merupakan momentum yang baik untuk produksi sawit.

“Saat ini ada weak La Nina hingga Mei. cuacanya lebih basah dibandingkan 2015. Prediksi kami pada Maret-April hujan meski tidak merata,” kata Prabowo

Potensi karhutla masih ada. Namun BMKG telah berkoordinasi dengan Kementerian LHK untuk antisipasi pencegahan.”Antisipasi dini harus tetap ada, sehingga saat memasuki kemarau, kebakaran tidak meluas,” jelas dia. Bantolo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *