Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita pantau harga pangan di pasar/ist

Empat Strategi Kemendag Atasi Kenaikan Harga Bapok Jelang Puasa

Agrofarm-Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menegaskan bahwa menjelang puasa dan Lebaran 2018 Kementerian Perdagangan mengantisipasi potensi kenaikan permintaan barang kebutuhan pokok (bapok) yang dapat berpengaruh terhadap harga.

Hal ini disampaikan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) “Stabilisasi Harga dan Stok/Pasokan Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Puasa dan Lebaran 2018/1439 H” di Bandung Jawa Barat, Jumat (23/3/2018).

Rakornas kali ini berbeda dengan sebelumnya karena selain melibatkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadis Indag) Provinsi, turut pula mengundang para Bupati/Walikota dan Kadis Indag Kabupaten/Kota.

“Kemendag mengantisipasi sejak dini potensi kenaikan permintaan bapok menjelang puasa dan Lebaran 2018 melalui sinergi dengan Pemerintah Daerah dan pelaku usaha. Dengan demikian, diharapkan stok bapok cukup dan harga stabil sehingga dapat menjaga tingkat inflasi sesuai target sebesar 3,5%,” tegas Mendag.

Dalam Rakornas tersebut, Mendag menjelaskan empat langkah strategis yang telah disiapkan Kemendag dalam menyambut HBKN ini. Pertama, melalui Penatalaksanaan, yaitu melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Pemerintah Daerah, instansi terkait, dan pelaku usaha; fasilitasi dengan BUMN & pelaku usaha; serta penugasan Bulog.

Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di 34 provinsi akan dijadwalkan berlangsung pada 16-30 April 2018, atau (H-45)-(H-30) puasa. “Rakorda dimaksudkan untuk mengidentifikasi kondisi pasokan serta kesiapan pemerintah daerah dan pelaku usaha menghadapi potensi kenaikan permintaan,” ungkap Mendag.

Pada periode tersebut juga akan dilakukan pemantauan pasar rakyat dan ritel modern, serta pemantauan gudang Bulog dan distributor.

“Jajaran Kemendag dan Pemerintah Daerah akan turun langsung ke lapangan seperti yang juga dilakukan oleh Presiden Joko Widodo. Pengendalian harga dan pemantauan stok tidak bisa dilakukan dari belakang meja,” tandas Mendag.

Kedua, melalui Upaya Khusus, yaitu penetrasi pasar ke pasar rakyat dan ritel modern. Kemendag akan melakukan penetrasi pasar menjelang puasa pada 1-15 April 2018 atau (H-45)-(H-30) puasa serta menjelang Lebaran pada 14 Mei-18 Juni 2018 atau pada (H-31)-(H-7) Lebaran.

“Penetrasi ke pasar rakyat dan ritel modern untuk penguatan regulasi mengawal kelancaran pasokan bapok ke pasar pantauan,” imbuhnya.

Ketiga, melalui Penerbitan Permendag terkait, yaitu pendaftaran pelaku usaha bapok; harga acuan dan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras; penataan dan pembinaan gudang; serta perdagangan antarpulau. Kemendag telah menerbitkan berbagai Peraturan Menteri Perdagangan yang dapat menjamin ketersedian pasokan dan stabilitas harga bapok, yaitu Permendag No 20/M-DAG/PER/3/2017 tentang Pendaftaran Pelaku Usaha Distribusi Barang Kebutuhan Pokok (TDPUD Bapok); Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 27/M-DAG/PER/5/2017 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen; Permendag Nomor 57/M-DAG/PER/8/2017 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Beras; serta Peraturan Menteri Perdagangan NOMOR 29/M-DAG/PER/5/2017 tentang Perdagangan Antarpulau.

“Kami akan terus memperkuat regulasi perdagangan. Kami juga memastikan seluruh Permendag ini diimplementasikan dengan baik dan benar oleh para pelaku usaha,” tandas Mendag.

Mendag juga menekankan bahwa ketentuan HET untuk tiga komoditas bapok masih berlaku, yaitu kebijakan HET gula Rp12.500/kg, daging beku Rp80.000/kg, minyak goreng kemasan sederhana Rp11.000/liter, dan minyak goreng curah Rp10.500/liter.

Kemendag juga akan menyusun kebijakan harga batas atas dan batas bawah untuk komoditas daging ayam ras yang dituangkan dalam peraturan (regulated price) untuk selanjutnya dapat dijadikan acuan harga bagi pelaku usaha perunggasan.

Keempat, melalui Pemantauan dan Pengawasan yang akan dilakukan oleh Eselon I dan Satgas Pangan di seluruh wilayah Indonesia. Dian