Beranda Liputan Khusus WPLACE 2017 : Mengembalikan Kejayaan Perkebunan Indonesia

WPLACE 2017 : Mengembalikan Kejayaan Perkebunan Indonesia

503
BERBAGI
World Plantation Conferences and Exhibition (WPLACE) 2017 akan segera digelar pada 18-20 Oktober mendatang di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC).

Agrofarm.co.id-Komoditas perkebunan seperti gula, teh, kopi, karet, kakao, kelapa sawit dan rempah sudah menjadi andalan ekspor indonesia. ahkan, hingga saat ini Indonesia masih dikenal sebagai negara penghasil enam komoditi utama perkebunan. Namun komoditas tersebut mengalami kemunduran cukup signifikan karena turunnya harga dan rendahnya produktivitas tanaman perkebunan.

Pertumbuhan produksi menurun tajam dalam lima tahun terakhir, pada komoditas karet sebesar 5,6%, kopi 0,1%, bahkan minus pada kakao dan teh masing-masing sebesar 7,8%, dan 4,5%. Sementara luas areal komoditas umumnya tumbuh stagnan, bahkan negatif, kecuali kelapa sawit dan kakao yang meningkat diatas 5%/tahun.

Namun Indonesia mempunyai kekuatan besar untuk mengembalikan kejayaan perkebunan Indonesia. acara World Plantation Conferences and Exhibition (WPLACE) 2017 akan segera digelar pada 18-20 Oktober mendatang di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC).

“Kita ingin WPLACE menjadi ajang pertemuan stakeholder perkebunan terbesar di Indonesia. Kita juga ingin megembalikan kejayaan perkebunan Indonesia,” ujar Teguh Wahyudi, Direktur Utama PT Riset Perkebunan Nusantara, Rabu (16/8/2017).

WPLACE diharapkan pemerintah dapat mempercepat pembangunan sektor hulu perkebunan khususnya karet, tebu, kopi, kakao, kelapa sawit dan penyelematan teh nasional. Pemerintah juga dapat mendorong investasi produk hilir perkebunan Indonesia.

Salah satu program penting yang dibutuhkan masyarakat dari pemerintah adalah peningkatan produktivitas perkebunan rakyat melalui peremajaan tanaman (replanting). Program ini akan mampu menjawab tantangan produktivitas dan keberlanjutan (sustainability) serta isu keterbatasan lahan untuk perluasan tanaman perkebunan.

Selain itu, WPLACE 2017 dapat menjadi forum penting bagi pemerintah Indonesia untuk mensosialisasikan program strategis yang berpihak pada rakyat kecil ke forum internasional. Ada program Tanah Obyek Reformasi Agraria (TORA) dan perhutanan sosial sesuai langkah-langkah strategis pemerintah yang sudah menerbitkan 6.000 sertifikat lahan kepada masyarakat Provinsi Riau dan berbagai daerah lain di Indonesia.Hal ini penting bagi berjalannya program pengembangan komoditas perkebunan nasional yang diintegrasikan dengan program ketahanan pangan.

WPLACE 2017 juga mengundang narasumber penting internasional maupun nasional sebagai pembicara. Director of China National Renewable Energy Centre untuk memaparkan kebijkan biodiesel B5, dimana China diperkirakan akan memerlukan tambah impor CPO sebesar 9 juta ton.

Selain itu, pembicara dari luar negeri sebanyak 75 narasumber dari 28 negara, termasuk diantaranya : Direktur Eksekutif International Coffee Organization (ICO), Direktur Eksekutif International Cocoa Organization (ICCO), Direktur Eksekutif International Sugar Organization (ISO), Direktur Eksekutif International Rubber Research and Development Board (IRRDB), CEO CIRAD (Prancis), Malaysian Rubber Board (MRB) dan beberapa CEO perusahaan mutinasional berbasis agro.

WPLACE juga menjadi ajang pertemuan para pebisnis internasional. Illy Cofee, Mondelez, Olam dan professional bisnis industri perkebunan berskala regional seperti, Asean Cuco Club (ACC), maupun multilateral seperti INGENIC (forum ahli pemulia tanaman) yang sering dalam session Senior Officer Meeting. Delegasi masing-masing negara yang datang akan dipimpin oleh menteri terkait.

Acara ini menghadirkan peserta konferensi dan eksibisi dari Negara produsen dan konsumen perkebunan internasional. Pada tingkat nasional peserta juga berasal dari kalangan petani, usaha kecil menengah (UKM) dan pelaku bisnis, pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, perbankan, duta besar, lembaga riset dan universitas. WPLACE juga melibatkan Kementerian Pariwisata untuk promosi pariwisata Indonesia ke manca Negara. Beledug Bantolo

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here