Beranda Pertanian Upsus Siwab Masih Minim

Upsus Siwab Masih Minim

BERBAGI
Peternakan sapi lokal. (Ist)

Agrofarm.co.id-Dalam upaya peningkatan populasi sapi di tingkat peternak, Kementerian Pertanian meluncurkan Program Upaya Khusus Sapi Wajib Bunting (Upsus Siwab). Targetnya 3 juta ekor sapi bunting, namun sampai dengan 19 Juni 2017 baru 563.987 ekor sapi yang bunting, dan yang lahir sebanyak 380.377 ekor.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) I Ketut Diarmita mengakui rendahnya realisasi Upsus Siwab lantaran menghadapi sejumlah kendala dilapangan mulai pencairan anggaran yang terlambat dan karakter peternak yang belum berorientasi profit.

Dia menuturkan, anggaran baru bisa dicairkan pada April 2017 dan imbasnya pendistribusian semen beku dan alat perlengkapan IB ke sejumlah daerah akhirnya terhambat .Dalam dua bulan awal tahun kita (Upsus SIWAB) seperti tidak bekerja. Sampai kita pinjamkan lebih dahulu straw (semen beku) masing-masing di kabupaten diadakannya Upsus Siwab, ujar Ketut di Jakarta, Rabu (28/6/2017).

Ketut menambahkan, Banyak petani memelihara sapi sebagai penyangga kebutuhan, bukan profit oriented. Akibatnya kegiatan inseminasi buatan (IB) bukan menjadi keharusan bagi peternak untuk memperoleh pedet.

Padahal, lanjutnya, untuk produksi daging sapi dan kerbau, Presiden Joko Widodo telah mencanangkan program swasembada daging sapi dan kerbau pada tahun 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), prognosa produksi daging sapi di dalam negeri periode 2017 tercatat sebesar 354.770 ton, sedangkan perkiraan kebutuhan daging sapi mencapai 604.968 ton.

“Sehingga untuk memenuhi kekurangannya sebanyak 39-40 persen dipenuhi dengan impor, baik dalam bentuk impor sapi bakalan maupun daging. Kekurangan penyediaan daging sapi ini menjadi tantangan sekaligus peluang dalam pembangunan peternakan nasional,” papar Ketut.

Dia mengakui, Indonesia masih mengandalkan pasokan impor untuk menutupi kebutuhan daging sapi di kota-kota besar terutama wilayah Jabodetabek. Menurutnya, saat ini industri sapi dan daging sapi masih lebih berkembang kea rah hilir utamnya ke bisnis penggemukan dan impor daging.

Untuk itu, katanya, dalam jangka menengah dan panjang pemerintah mendorong industri peternakan sapi dan kerbau ke arah hulu yakni pembibitan dan pengembangbikan. “Pemerintah akan memperkuat aspek perbenihan dan perbibitan melalui Balai Besar lnseminasi Buatan Singosari dan Balai Inseminasi Buatan Lembang serta Balai perbibitan ternak untuk menghasilkan benih dan bibit unggul berkualitas,” jelas Ketut. Beledug Bantolo