Beranda Sawit UNSP Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris

UNSP Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris

BERBAGI
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk

Agrofarm.co.id-PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk (UNSP) merombak jajaran direksi dan komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diselenggarakan pada Senin (21/8/2017). Perombakan ini bertujuan agar manajemen baru dapat segera menyelesaikan restrukturisasi utang perseroan.

“Manajemen baru ini orang-orang yang sangat berpengalaman di pasar modal Indonesia maupun global. Jadi diharapkan dengan manajemen yang baru bisa lebih cepat untuk negosiasi dengan kreditur,” ujar Andi W. Setianto Direktur & Investor Relations UNSP.

Menurutnya, hal ini sudah menjadi komitmen dari Grup Bakrie lebih serius menyelesaikan negoisasi dengan kreditur secepat mungkin untuk merestrurasi utang perseroan, seperti halnya yang dialami oleh PT Bumi Resources Tbk.

Perusahaan merombak jajaran direksi. Awalnya Direktur Utama dijabat oleh M. Iqbal Zainuddin, diganti dengan Bayu Irianto. Selain itu, ada nama baru di jajaran dewan direksi yang lain yakni B.S. Vinayak. Beberapa direksi yang dipertahankan adalah Adhika Andrayuda Bakrie, Chenji Srinivasan Seshadri, dan Andi W. Setianto.

Susunan komisaris juga mengalami perubahan. Komisaris Utama dipimpin oleh Nalinkant A. Rathod yang menggantikan Soedjai Kartasasmita. Selain itu, ada beberapa nama baru diantaranya, Bobby Gafur Umar, Benny Theno, dan Johny Widjaya. Sementara komisaris yang dipertahankan adalah Anindya Bakrie.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan tahun 2016, UNSP di 2016 memiliki total liabilitas sebesar Rp 13,5 triliun. Angka tersebut terdiri dari liabilitas jangka panjang Rp 3,2 triliun dan liabilitas jangka pendek sebesar Rp 10,3 triliun.

“Ekuitas perusahaan di 2016 Rp 1,2 triliun, jadi lebih besar utang dari pada ekuitas. Utang ini yang harus dikurangi,” tuturnya.

Andi menegaskan, untuk mengurangi utang, perusahaan tidak akan menjual aset. Settlement-nya tidak mau jual aset, jadi konversi ke saham. “Kami sudah reverse stock sekarang sudah likuid sahamnya di level Rp 200-an, tinggal negosiasi ke kreditur,” jelas Andi. Beledug Bantolo