Beranda Sawit Tofan Mahdi Jubir GAPKI : Industri Sawit Harus Membuka Diri dengan Insan...

Tofan Mahdi Jubir GAPKI : Industri Sawit Harus Membuka Diri dengan Insan Pers

BERBAGI
Tofan Mahdi Juru Bicara Gapki Pusat. (Ist)

Agrofarm.co.id – Isu-isu yang selama ini menyerang Industri Perkebunan Kelapa Sawit tidak lain adalah cara memenangkan perang dagang minyak nabati non sawit untuk menghancurkan image sawit. Berbagai berita negatif sangat banyak diterima oleh masyarakat bersumber dari media masa. Sementara, berita berita positif Industri Sawit belum banyak di terima masyarakat.

Sawit harus bisa membawa hal-hal positif tentang sawit agar dapat mengimbangi berita negatif sawit. “Tahun 2009, 80% berita mengenai sawit bernada negatif. Pada tahun ini 70% berita Industri Sawit bernada positif.” Kata Tofan Mahdi, Juru Bicara (Jubir) Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Pusat dalam Acara Seminar Membangun Strategi Komunikasi Media di Perkebunan Kelapa Sawit di Jambi, Sabtu (06/5/2017).

“Industri Sawit harus bisa menunjukkan kebaikan kebaikan sawit kepada masyarakat melalui media.” Lanjut Tofan. Terungkap dalam diskusi, 66% kebun sawit di Jambi adalah milik masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa industri sawit di Jambi sangat ditopang oleh masyarakat. “Masyarakat harus mengetahui hal ini.”

Untuk dapat memberitakan kebaikan sawit yang merupakan komoditas strategis nasional, Industri Sawit harus melakukan komunikasi yang baik dengan stakeholder, termasuk media massa. “Industri Sawit harus membuka diri dengan insan pers karena pers adalah sarana edukasi masyarakat. Kita harus merubah pola pikir lama terhadap pers,” tambahnya.

Dunia komunikasi juga mengalami perubahan yang signifikan dengan adanya internet. Media online dan media sosial tumbuh dan berkembang banyak. Tofan mengatakan, “Seiring berkembangnya teknologi, Industri Sawit juga harus bisa beradaptasi dengan mengikuti pola-pola komunikasi yang berbasis digital.” Facebook, twitter, dan media sosial lainnya adalah sarana yang efektif untuk menyampaikan kabar positif sawit kepada masyarakat.

Dengan komunikasi yang baik, dalam jangka panjang, isu isu yang menyerang perkebunan kelapa sawit bisa berkurang. “Komunikasi menghasilkan keberlanjutan jangka panjang, harus terus kita bangun dan pertahankan,” tegas Tofan. Beledug Bantolo