Beranda Sawit Tingkatkan Produktivitas Sawit, Sinar Mas Rilis Benih Eka 1 dan Eka 2

Tingkatkan Produktivitas Sawit, Sinar Mas Rilis Benih Eka 1 dan Eka 2

BERBAGI
Direktur Utama PT SMART Tbk, Daud Dharsono merilis benih sawit kultur jaringan. (Ist)

Agrofarm.co.id –  PT Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART) Tbk, anak perusahaan Golden-Agri Resources Ltd (GAR) merilis dua benih sawit unggul yakni Eka 1 dan Eka 2. Adapun keunggulan benih ini memiliki tingkat produktivitas minyak sawit tinggi mencapai 10 ton per hektar per tahun.

Kedua varietas benih tersebut terdaftar di Katalog Bibit Indonesia dan disetujui untuk dibudidayakan pada tanggal 21 April 2017 lalu oleh Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian. Bahan tanam tersebut akan membantu perusahaan untuk meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawitnya hingga ke level tertinggi di industri di lahan perkebunan yang sudah ada.

Direktur Utama PT SMART Tbk, Daud Dharsono, mengatakan,  terobosan seperti ini merupakan inti dari upaya intensifikasi kami yang sangat penting peranannya untuk menghasilkan produksi kelapa sawit berkelanjutan guna memenuhi permintaan pasar global yang terus meningkat.

“Kami akan terus mengidentifikasi teknologi baru dan mempercepat penerapan teknik-teknik modern terbaru, tidak hanya untuk meningkatkan praktik-praktik pertanian berkelanjutan perusahaan, namun juga bagi industri kelapa sawit secara menyeluruh,” terang Daud di Hotel Pulman Jakarta, Senin (22/5/2017).

Melalui penelitian yang berlangsung selama dua dekade yang dilakukan SMART Research Institute (SMARTRI) bersama Pusat Bioteknologi SMART, material tanam terbaru ini dikembangkan secara alami melalui program seleksi konvensional dan kultur jaringan dari elite palms.

Dia mengungkapkan, material tanam kelapa sawit tersebut berpotensi meningkatkan produktivitas minyak sawit perusahaan mencapai lebih dari 10 ton per hektar per tahun di usia dewasa (10-18 tahun) dibandingkan dengan kemampuan perusahaan saat ini yang berkisar antara 7,5-8 ton per hektar per tahun dalam kondisi cuaca dan areal tanam yang optimal. “Produktivitas rata-rata industri kelapa sawit Indonesia saat ini kurang dari 4 ton/hektar/tahun,” ujar daud.

Head of Plant Production and Biotechnology Division Tony Liwang mengatakan, kultur jaringan membantu perusahaan melakukan proses pemuliaan material tanam melalui proses non-GMO yang mampu menghasilkan minyak sawit dalam jumlah lebih banyak, dan dalam waktu yang tidak lama lagi. Kultur jaringan ini akan membantu menghasilkan material tanam dengan nutrisi lebih baik dan lebih tahan terhadap penyakit dan kekeringan.

“Dengan keberhasilan program kultur jaringan ini, kami berharap dapat meningkatkan produkvititas perkebunan kelapa sawit kami dengan material tanam Eka 1 dan Eka 2 serta memberikan tingkat ekstraksi minyak yang lebih besar dari setiap buah sawit yang ada,” jelas Tony.

Menurutnya, pada usia dewasa yang optimal, benih Eka 1 diharapkan bisa menghasilkan 10,8 ton minyak sawit mentah (CPO) per hektar, dengan tingkat ekstraksi minyak sebesar 32% karena material tanam ini memiliki kandungan minyak yang sangat tinggi di dalam buah sawitnya. “Bahkan material tanam Eka 2 menunjukkan potensi yang lebih besar dengan produktivitas diperkirakan mencapai 13 ton per hektar dan tingkat ekstraksi minyak 36%. Selain itu, masa tunggu panen Eka 1 dan Eka 2 diperkirakan 24 bulan, lebih cepat bila dibandingkan dengan rata-rata industri saat ini yaitu 30 bulan,” kata Tony.

Tony menargetkan, selama lima tahun ke depan perusahaan akan memperbanyak material tanam ini melalui kultur jaringan guna menghasilkan jumlah yang cukup untuk ditanam secara komersial di area yang lebih luas mulai tahun 2022.

Dia menambahkan, saat ini benih sawit ini sudah ditanam sekitar 4.000 hektar di perkebunan kelapa sawit perusahaan di Sumatera dan Kalimantan Barat. Beledug Bantolo