Beranda Pertanian Tingkatkan Daya Saing, Kementan Minta Peternak Kambing dan Domba Bentuk Korporasi

Tingkatkan Daya Saing, Kementan Minta Peternak Kambing dan Domba Bentuk Korporasi

90
BERBAGI
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan I Ketut Diarmita saat memberikan arahan dalam acara Silaturahmi Nasional Peternak Kambing dan Domba tanggal 22 September 2017 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur/ist

Agrofarm.co.id-Dalam rangka mendorong peningkatan kesejahteraan peternak dan daya saing komoditas kambing dan domba, Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong peternak untuk bersinergi melakukan kemitraan dan membentuk korporasi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan I Ketut Diarmita saat memberikan arahan dalam acara Silaturahmi Nasional Peternak Kambing dan Domba di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur yang merupakan rangkaian acara Jambore Peternakan Nasional 2017.

“Indonesia kaya akan Sumber Daya Genetik Hewan (SDGH) atau Plasma Nutfah yang patut kita banggakan,” kata I Ketut Diarmita dalam siaran persnya, Jumat (22/9/2017).

Adapun rumpun (galur) domba yang dimiliki Indonesia yaitu domba Garut, Wonosobo, Batur, Kisar, Sapudi, Palu, Compas Agrinak dan Priangan. Sedangkan rumpun (galur) kambing yaitu Kaligesing, Lahan, Kacang, PE (Peranakan Ettawah), Senduro, Saburai, Panorusan Samosir dan Kejobang.

“Semua SDGH tersebut sudah didaftarkan di FAO yang perlu kita jaga kelestariannya dan tingkatkan mutu genetiknya,” jelas Diarmita.

Lebih lanjut dijelaskan, pemenuhan kebutuhan produk daging domba dan kambing saat ini dapat dipenuhi dari wilayah sendiri dan cenderung mengalami surplus di setiap daerah. Populasi domba dan kambing mengalami pertumbuhan setiap tahunnya.

Sementara itu, jumlah ternak domba dan kambing (Doka) di Indonesia mencapai lebih dari 33,5 juta ekor, dengan rincian populasi kambing sebanyak 17.847.197 ekor dan domba sebanyak 15.716.667 (Statistik Peternakan dan Kesehatan Hewan 2017).

“Jumlah ternak domba dan kambing yang sebanyak itu dipelihara oleh peternak kecil sekitar 95% atau sebanyak 31,8 juta ekor. Namun struktur usaha peternakan domba dan kambing saat ini masih didominasi oleh peternak rumah tangga dengan rataan tingkat pemilikan 4-6 ekor,” katanya.

Struktur usaha seperti ini menurutnya, rentan mengalami inefisiensi dan kesulitan dalam intervensi pasar. Oleh karena itu, dia menghimbau agar di dalam forum Silatnas ini sangat perlu dirumuskan bagaimana agar anjuran Presiden Joko Widodo tentang bagaimana mengkorporasikan petani/peternak agar nilai tambah proses basis untuk komoditas kambing dan domba ini bergeser kepada peternak.

“Untuk itu, peternak perlu membentuk kelompok yang besar yang memiliki industri perbibitan sendiri,mengaplikasi teknologi produksi sendiri yang lebih modern dan mengolah hasil ternaknya sendiri, serta menggalang menembus pasar retail sendiri,” terang Ketut.

Dia menambahkan, pada acara Jambore Peternakan Nasional 2017 ini  diharapkan menjadi momentum kebangkitan sekaligus penyadaran kepada seluruh masyarakat peternakan Indonesia untuk memberikan perhatian lebih serius kepada peningkatan produksi dan skala usaha komoditas domba dan kambing, sehingga mampu berperan menjadi sumber protein hewani untuk mencerdaskan masyarakat

“Mari kita terus perjuangkan nasib peternak-peternak kita agar berkembang usahanya dan sejahtera,” ujar Diarmita. Dia berharap kepada para peternak agar melakukan pembenahan manajemen budidaya dan perbaikan teknis lainnya, serta menetapkan prinsip – prinsip animal welfare untuk menjadikan Indonesia sebagai sumber protein hewani. Beledug Bantolo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here