Beranda Sawit Tiga Harapan Pelaku Sawit terhadap Pemerintah

Tiga Harapan Pelaku Sawit terhadap Pemerintah

BERBAGI
Joko Supriyono Ketua Umum GAPKI/ist

Agrofarm.co.id-Industri kelapa sawit menaruh harapan besar agar pemerintah Indonesia lebih banyak berperan dalam pengembangan dan kemajuan komoditas kelapa sawit.

Di samping potensi dan produktivitasnya yang jauh melebihi minyak nabati lainnya, perkebunan kelapa sawit terbukti memberi peran dan sumbangsih besar bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia.

Berdasarkan data dan perhitunganGabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Jika untuk memenuhi kebutuhan minyak nabati dipenuhi oleh rapeseed dibutuhkan tambahan lahan 50,5 juta hektar.

Jika dipenuhi oleh bunga matahari membutuhkan tambahan lahan 70,4 juta hektar, soyabean butuh 96 juta hektar. Tapi kalau dengan sawit hanya perlu 12,6 juta hektar. Bahkan kalau produktivitas sawit bisa meningkat rata2 8 juta ton CPO per hektar per tahun, hanya perlu penambahan lahan 6 juta hektar.

Industri kelapa sawit, menurut Joko Supriyono, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), menyampaikan tiga harapan yang dapat dilakukan pemerintah. Pertama, agar pemerintah mempertahankan Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar. Misalnya dengan menemukan (ekspansi) pasar baru.

Kedua, menyangkut daya saing, perlu meningkatkan dan memperbaiki iklim investasi melalui kebijakan dan peraturan. Ketiga, pemerintah perlu semakin memperkuat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), sehingga membuka jalan agar sawit makin diterima secara global.

Sementara itu, Mona Surya selaku Ketua Panitia IPOC 2017 menyampaikan bahwa konferensi kali ini diharapkan menemukan ulasan atas isu-isu penting dalam industri kelapa sawit. Konferensi dihadiri oleh peserta yang berasal dari 26 negara ini juga merupakan kesempatan untuk mengembangkan jejaring. Bantolo