Beranda Perkebunan Teh Indonesia Laris Manis di AS

Teh Indonesia Laris Manis di AS

BERBAGI
Teh Indonesia diminati masyarakat merika Serikat/ist

Agrofarm.co.id-Kreasi teh Indonesia berhasil memikat masyarakat Los Angeles dalam Tea Bar yang diracik oleh Tea Master Inggrie Wijaya. Teh yang ditampilkan adalah organic spiced black tea latte, organic lemongrass jasmine tea, dan organic lemongrass ginger tea garnished with lemon.

“Berbagai kreasi teh yang ditampilkan dalam Tea Bar ini menggunakan racikan teh asli Indonesia, dikombinasikan dengan beraneka rempah asli Indonesia seperti jahe, kayu manis, sereh, dan sebagainya yang menghasilkan rasa baru yang sangat diminati para pengunjung,” ungkap Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Los Angeles, Antonius A. Budiman dalam siaran persnya, Kamis (19/10/2017).

Antonius menambahkan, beragam rempah yang dikombinasikan dengan teh ini menggunakan produk-produk Premium Ginger Drink dari Singabera yang menggunakan bahan-bahan alami.

“Penggunaan bahan alami sudah menjadi suatu keharusan untuk dapat bersaing di pasar Amerika. Para pengunjung tampak sangat antusias merespons kegiatan ini,” imbuhnya.

Beberapa pengunjung bahkan menunjukkan keinginan membeli dan memulai bisnis dengan the Indonesia. Saya percaya orang pasti akan menyukainya dan teh seperti ini akan laku keras, ujar seorang pengunjung setelah mencicipi salah satu teh racikan Inggrie.

Untuk melengkapi pengalaman minum teh, Kantor ITPC Los Angeles juga menampilkan berbagai kudapan seperti biskuit dan wafer buatan Indonesia yang cocok dikonsumsi bersama teh. Biskuit dan wafer yang disajikan ini merupakan upaya promosi silang produk Indonesia. Di acara ini juga ditampilkan produk permen dengan cita rasa teh, dan mendapat banyak perhatian pengunjung.

Acara Tea Bar merupakan bagian dari Festival Ikat dan Teh Explore Indonesia 2017, yang merupakan hasil kerja sama Kantor Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Los Angeles, Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) Los Angeles, Indonesian Women Alliance (IWA), dan Atase Pertanian Washington D.C.

“Acara promosi teh seperti ini bertujuan semakin menunjukkan cita rasa teh Indonesia di pasar AS. Citra Indonesia sebagai negara pengekspor teh masih perlu ditingkatkan,” kata Antonius.

Menurut Antonius, potensi pasar teh di AS cukup besar, mencapai sekitar USD 462 juta. Tren konsumsi teh juga semakin meningkat secara signifikan. Penikmat teh di AS saat ini tidak hanya berasal dari kalangan usia 30-an tahun ke atas, tetapi juga sudah menjangkau kalangan anak muda.

Generasi milenial di AS, terutama di wilayah California, sangat peduli terhadap kesehatan dan penampilan. Mereka semakin menyadari manfaat konsumsi teh bagi kesehatan dan menjadikan teh bagian dari gaya hidup.

Asosiasi Teh AS mencatat, masyarakat AS mengonsumsi sekitar 84 miliar cangkir teh di tahun 2016. Jenis teh hitam masih menjadi favorit dengan konsumsi mencapai 80%. Jenis teh lain yang dikonsumsi cukup tinggi adalah teh hijau yang mencapai 16%. Sementara untuk jenis teh oolong, teh putih, dan berbagai jenis teh lainnya mencapai sekitar 4%.

Peningkatan tren konsumsi teh di AS tercermin pula pada peningkatan ekspor teh Indonesia ke AS. Total ekspor teh Indonesia ke AS pada tahun 2016 mencapai USD 8,8 juta, meningkat 33% dari tahun 2015. Komposisi ekspor produk teh Indonesia ke pasar Amerika terdiri atas 78% teh hitam dan 19% teh hijau. Saat ini Indonesia berada pada peringkat ke-12 sebagai negara pengekspor the ke AS. Tiga besar negara eksportir teh ke AS adalah China, Argentina, dan India.

“Diharapkan upaya promosi teh Indonesia terus dilakukan secara konsisten sehingga ekspor the Indonesia ke AS dapat meningkat,” harap Antonius. Diany