Beranda Perkebunan Strategi Kementan Mengembalikan Kejayaan Kelapa Indonesia

Strategi Kementan Mengembalikan Kejayaan Kelapa Indonesia

244
BERBAGI
Dirjen Perkebunan Kementan Bambang. (Bimo Agrofarm)

Agrofarm.co.id-Kementerian Pertanian (Kementan) berkeinginan mengembalikan kejayaan kelapa nasional. Untuk itu, pemerintah akan melakukan tiga langkah percepatan dalam pengembangan kelapa yakni intensifikasi, peremajaan dan ekstensifikasi tanaman.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementan Bambang mengungkapkan, saat ini kondisi kelapa di Indonesia belum optimal dari segi produksi maupun produktivitasnya. Produktivitas kebun kelapa rata-rata nasional hanya sekitar 1 ton per hektare (ha) dalam satu tahun.

“Padahal ada potensi untuk ditingkatkan produksinya dua sampai tiga kali lipat dari kondisi saat ini,” ujar Bambang dalam Diskusi Nasional Mengembalikan Kejayaan Kelapa Indonesia di Jakarta, Kamis (14/9/2017).

Berdasarkan data, pada tahun 2016 luas areal kelapa Indonesia seluas 3.566.103 ha dan produksi sekitar 2,89 juta ton. Sedangkan tahun sebelumnya produksi kelapa lebih tinggi mencapai 2.92 juta ton, sementara luas arealnya sekitar 3.585.599 ha.

Bambang mengungkapkan, dalam pengembangan kelapa nasional mengalami pelbagai permasalahan. Sekitar 98,97 % adalah perkebunan rakyat, diusahakan secara monokultur, kepemilikan lahan terbatas dan pemanfaatan belum optimal dengan penerapan teknologi yang terbatas. “Sehingga produktivitas rendah sekitar 1,1 ton/ha,” ujar Bambang.

Dia menambahkan, terjadinya penurunan areal empat tahun terakhir sebesar 49.012 ha dan penurunan produksi sebesar 56.410 ton/kopra/tahun, sedangkan tingkat peremajaan dan perluasan dengan volume rata-rata/tahun 15.000 ha/tahun.

Selain itu, katanya, keterbatasan dan ketidaktersedianya benih unggul bersertifikat di wilayah pengembangan kelapa. Namun begitu, Bambang masih optimis produksi kelapa bisa ditingkatkan melalui program peremajaan, intensifikasi dan ekstensifikasi tanaman kelapa.

“Apabila tanaman kelapa diperlakukan dengan baik dengan cara intensifikasi, pemupukan dan pengendalian hama, maka masih ada potensi untuk meningkatkan produksi maupun produktivitas kelapa,” terangnya.

Untuk peningkatan produksi, lanjutnya,pihaknya akan mengembangkan areal kelapa di areal tanaman kakao seluas 1,7 juta ha yang berfungsi sebagai penaung.

“Sehingga, penggunaan benih unggul bermutu bersertifikat menjadi penting.Namun ada persoalan gerakan menanam kelapa saat ini terkendala pada ketersediaan benih,” tandasnya.

Bambang menuturkan, guna menyelesaikan permasalah benih Kementan akan membangun kebun kebun induk (KI) di daerah sentra kelapa sebagai sumber benih dari varietas unggul.

“Apabila semua strategi ini dilakukan, maka untuk mecapai 5 juta ha kebun kelapa nasional ini dapat terealisasi dalam waktu dekat,” jelas Bambang.Beledug Bantolo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here