Beranda Pertanian Stok Pupuk Urea di NTT Dipastikan Cukup

Stok Pupuk Urea di NTT Dipastikan Cukup

BERBAGI
Pupuk subsidi. (Ist).

Agrofarm.co.id-Kementerian Pertanian (Kementan) menyebutkan stok pupuk urea untuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk Kabupaten Manggarai Barat sudah mencukupi kebutuhan petani padi pada masa tanam kali ini.

Berdasarkan data Ditjen Prasarana dan Sarana Kementerian Pertanian, alokasi pupuk urea untuk provinsi NTT tahun 2017 sebanyak 22.789 ton. Sementara berdasarkan SK Dinas Provinsi NTT, Kebutuhan november-desember 2017 adalah 3.784 ton.

“Dengan posisi stok urea saat ini 6.561 ton, ketersediaan pupuk urea lebih dari cukup, apalagi jika ada tambahan alokasi 1.000 s.d 2.000 ton,” Kata Direktur Pupuk dan Pestisida Kementan Muhrizal Sarwani, dalam keterangan resminya Senin (6/11/2017).

Sementara untuk kabupaten Manggarai Barat, alokasi pupuk untuk tahun 2017 sebanyak 2.819 ton. Realisasi sampai dengan Oktober 2017 mencapai 2.592 ton sehingga masih ada sisa 227 ton. “Kondisi penyaluran di manggarai barat saat ini masih aman untuk pupuk urea, apalagi distributor masih menyimpan 30 ton urea dan stok di kios 68 ton,” ungkap Muhrizal.

Muhrizal optimis alokasi pupuk urea untuk kabupaten Manggarai Barat masih mencukupi kebutuhan masa tanam, apalagi musim tanam di Manggarai secara keseluruhan belum mulai karena hujan belum rutin turun.

“Kecamatan Lembor sebagai kecamatan terbesar tanam padi sawah memiliki kurang lebih 3.000 hektar. Para petani saat ini masih menunggu panen dan baru akan mulai tanam sekitar Desember 2017,” papar Muhrizal.

Muhrizal menyampaikan bahwa Kementan sudah menyiapkan skema baru penyaluran subsidi pupuk melalui kartu tani. Kartu ini merupakan kartu multifungsi yang tidak hanya memuat informasi petani, lahan, informasi panen, kebutuhan sarana produksi pertanian (saprotan), tapi juga berfungsi sebagai kartu debit untuk penerimaan tabungan, pinjaman, subsidi maupun bantuan.

“Kartu tani dapat membantu memberikan informasi dan monitoring bagi pemerintah daerah, BUMN penyedia saprotan, maupun BUMN off taker,” ucap Muhrizal.

Muhrizal mengharapkan dengan skema baru ini, pupuk subsidi akan dapat tersalurkan dengan baik kepada para petani yang membutuhkannya, serta memudahkan pemerintah pusat maupun daerah, serta perusahaan BUMN penyedia dan off taker, dalam mengawasi penyaluran pupuk subsidi. Bantolo