Beranda Industri & Keuangan Stok Bahan Pokok di Wilayah Sumut Aman

Stok Bahan Pokok di Wilayah Sumut Aman

200
BERBAGI
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita/ist

Agrofarm.co.id-Setelah berkeliling ke sejumlah pabrik, gudang, pusat distribusi, dan pengecer barang kebutuhan pokok (bapok) di Jakarta dan Bekasi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita turun langsung di sejumlah tempat di kota Medan untuk memastikan keamanan stok menjelang bulan puasa dan Lebaran.

“Kondisi gula dan minyak goreng di Provinsi Sumatra Utara aman. Stok cukup untuk enam bulan lebih. Beras juga berlebih sehingga cadangan untuk bapok sangat terkendali. Demikian juga dengan daging. Stok daging beku sangat cukup untuk lebih dari empat bulan. Hasil pantauan harga di pasar rakyat maupun ritel modern menunjukkan harga yang stabil,” kata Mendag Enggar.

Dalam pemantauan kali ini, Mendag mengunjungi produsen minyak goreng PT Musim Mas dan produsen gula PT Medan Sugar Industry di Kawasan Industri Medan (KIM) 2, Medan, Sumatra Utara. Selain itu, Mendag juga mengunjungi gudang distributor gula, yaitu Gudang 77 CV Tetap Jaya di Tanjung Mulia.

Mendag juga menyempatkan diri menghadiri pelantikan pengurus Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Sumatra Utara (P3TSU) periode 2017-2018 di Universitas Sari Mutiara, Medan.

Selain kunjungan ke produsen bapok, Mendag bersama Gubernur Sumatra Utara Tengku Erry Nuradi juga menggelar rapat koordinasi (Rakor) Identifikasi Barang Kebutuhan Pokok di Daerah, yang dilaksanakan di Kantor Bank Indonesia Provinsi Sumatra Utara.

Dalam Rakor tersebut, Mendag menyampaikan bahwa pemerintah telah mengadakan Rakor dengan Kepala Dinas Provinsi yang membidangi perdagangan seluruh Indonesia pada 22 Maret 2017, untuk membahas kesiapan stok dan harga bapok menjelang puasa dan lebaran tahun ini. Menurut Mendag, Pemerintah telah mengambil langkah antisipasi untuk menyambut bulan puasa dan Lebaran 2017, yaitu dengan mengidentifikasi ketersediaan stok dan harga bahan pokok, baik di tingkat nasional maupun di tingkat daerah.

Selain itu, diperlukan juga identifikasi langkahlangkah kesiapan instansi terkait dan pelaku usaha bahan pokok, terutama untuk menghindari terjadinya kekurangan stok, gangguan distribusi, dan aksi spekulasi. Selain itu, menilik pengalaman yang kerap terjadi menjelang Lebaran, Mendag menekankan pentingnya pengawasan barang beredar agar masyarakat terhindar dari barang-barang kedaluwarsa, barang impor selundupan, dan barang yang tidak aman dikonsumsi.

Mendag kembali mengingatkan distributor untuk mengikuti aturan dan menjauhi praktik spekulasi. “Jangan pernah para spekulan berpikir bisa menimbun barang. Kami pasti akan distribusikan berapa pun kebutuhannya karena kami memiliki persediaan yang cukup. Jangan berani menimbun,” kata Mendag dengan tegas.

Selain itu, Mendag juga menugaskan pejabat eselon I turun ke daerah untuk mengadakan Rakor dan memantau stok serta harga bahan pokok. Hingga 28 April 2017, telah dilakukan Rakor Identifikasi Barang Kebutuhan Pokok dan pemantauan harga di 23 provinsi.

Pastikan Implementasi HET Untuk memastikan penerapan harga eceran tertinggi (HET) di Sumatra Utara, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Tjahya Widayanti, dan Staf Khusus Mendag Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Peningkatan Sarana Perdagangan, Eva Yuliana, turun langsung untuk memantau harga komoditas gula, minyak goreng dalam kemasan sederhana, dan daging di tingkat ritel. diany

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here