Beranda Sawit Jelang IPOC, Status Gunung Agung Jadi Siaga

Jelang IPOC, Status Gunung Agung Jadi Siaga

BERBAGI
Juru Bicara Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Tofan Mahdi/ist

Agrofarm.co.id-Peserta dan pembicara IPOC (Indonesian Palm Oil Conference) and 2018 Price Outlook tidak perlu khawatir dengan situasi dan kondisi Gunung Agung di Bali. Menyusul turunnya status aktivitas Gunung Agung di Kabupaten Karangasem dari Level IV (Awas) menjadi Level III (Siaga).

Adapun acara IPOC akan diselenggarakan di Bali Nusa Dua Convention Center pada 1 3 November 2017. Diperkirakan acara tersebut akan dihadiri sekitar 1.500 peserta dari 23 negara.

“Kita terus berdoa agar situasi di Bali terkait status Gunug Agung semakin kondusif. Peserta dan para pembicara IPOC bisa melaksanakan konferensi dengan lancar,” kata Juru Bicara Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Tofan Mahdi, Minggu (29/10/2017).

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menurunkan status Gunung Agung Agung dari Level IV (Awas) ke Level III (Siaga). Hal ini tertuang dalam surat Nomor : 1874/45/BGL.V/2017 29 Oktober 2017 pukul 16.00 WITA.

“Berdasarkan hasil analisis data visual dan kegempaan serta mempertimbangkan potensi ancaman bahayanya, maka pada tanggal 29 Oktober 2017 pukul 16.00 WITA status G. Agung diturunkan,” ungkap Kepala PVMBG Kasbani dalam keterangan tertulisnya.

Meskipun, diakuinya, status aktivitas Gunung Agung telah diturunkan ke level siaga, namun perlu dipahami bersama bahwa aktivitas vulkanik Gunung Agung belum mereda sepenuhnya dan masih memiliki potensi untuk meletus.

Untuk itu, Kasbani menghimbau agar masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki atau pengunjung tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di dalam area kawah gunung di seluruh area di dalam radius 6 km dari Kawah Puncak Gunung Agung.

Jika erupsi terjadi maka potensi bahaya lain yang dapat terjadi adalah terjadinya hujan abu lebat yang melanda seluruh Zona Perkiraan Bahaya. Hujan abu lebat juga dapat meluas dampaknya ke luar Zona Perkiraan Bahaya bergantung pada arah dan kecepatan angin. Pada saat rekomendasi ini diturunkan, angin bertiup dominan ke arah Selatan-Tenggara.

“Oleh karena itu, diharapkan agar hal ini dapat diantisipasi sejak dini terutama dalam menentukan lokasi pengungsian,” lanjutnya.

Dia berharap masyarakat di sekitar Gunung Agung tetap tenang, namun tetap menjaga kewaspadaan dan mengikuti himbauan Pemerintah Daerah, Pemerintah Kabupaten/Kota, BPBD Provinsi/Kabupaten/Kota beserta aparatur terkait lainnya sesuai dengan rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi.

“Sehingga jika diperlukan upaya-upaya mitigasi strategis yang cepat, dapat dilakukan dengan segera dan tanpa menunggu waktu yang lama,” ujar Kasbani. Bantolo