Beranda Inspirasi Sidang Paripurna Istimewa Bernuansa Budaya Sunda

Sidang Paripurna Istimewa Bernuansa Budaya Sunda

BERBAGI
Warga Purwakarta bisa menyaksikan Rapat Paripurna yang Kental Nuansa Budaya Sunda/hms

Agrofarm.co.id-Ribuan orang memadati alun-alun Purwakarta sejak Kamis (20/7) malam hingga Jumat (21/7) lewat dinihari. Ribuan orang ini tampak antusais mengikuti jalannya rapat paripurna Purwakarta yang dibuka untuk umum.

Untuk kesekian kalinya, rapat paripurna digelar di ruangan terbuka dan disaksikan banyak orang, ini seolah telah menjadi tradisi di Kabupaten Purwakarta. Istimewanya, boleh jadi rapat paripurna dengan konsep seperti ini baru Purwakarta saja yang menggelarnya.

Rapat yang digelar tepat di depan Bale Maya Datar, Komplek Setda Kabupaten Purwakarta tersebut sempat dibasahi hujan gerimis, namun hal ini tak mengurangi sedikit pun antusias warga dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Purwakarta, serta sebagian dari Pemprov Jawa Barat untuk tetap mengikuti jalannya rapat paripurna.

Purwakarta itu istimewa, biasanya rapat paripurna tertutup untuk warga namun di sini (Purwakarta, red) berbeda. Di mana masyarakat bebas untuk melihat bagaiman‎a jalannya rapat paripurna,” kata Bupati Purwakarta H Dedi Mulyadi SH ditemui usai acara, Jumat (21/7) dini hari.

Selama memimpin Purwakarta, sambung Dedi, rapat paripurna kali ini merupakan yang terakhirnya. Pasalnya, tahun depan dia sudah harus melepaskan jabatannya sebagai Bupati Purwakarta. Seperti diketahui Dedi telah dua periode memimpin Purwakarta.

Saya ingin memberikan kesan. Saya juga merasa sedih dengan rapat ini, namun di sisi lain juga merasa gembira. Sedih karena akan meninggalkan Purwakarta, tetapi gembira karena masyarakat yang datang jumlahnya ribuan, ujarnya.

Kesedihan Dedi ini bukan tanpa alasan, ada kekhawatiran bila penggantinya kelak tidak dekat dengan rakyat Purwakarta. Saya harap pengganti saya nanti bisa langsung dekat ke masyarakat. Jangan sampai ada batas atau jurang pemisah, ujarnya.

Seperti diketahui, hampir setiap pagi Dedi menyapa masyarakatnya secara langsung. Seusai salat subuh Dedi dengan pakaian olahraganya mendatangi warga Purwakarta. Bahkan hingga memberikan sumbangan secara langsung terutama bagi keluarga yang dianggap kurang mampu.

Terkait jalannya rapat paripurna terbuka, pihaknya mengangkat tema Salawat Karahayuan Milangkala Purwakarta. Usai acara utama, panitia juga sudah menyiapkan acara tradisi khas Sunda plus hiburan. Sementara untuk tema perayaan HUT Purwakarta kali ini adalah “Sunda Spirit Pancasila.”

Menurut, Dedi, tema tersebut diambil lantaran banyak isu yang menyeruak soal nilai-nilai Pancasila yang kian hari makin luntur. Padahal, menurut Dedi yang juga merupakan budayawan Sunda mengatakan, nilai-nilai luhur Pancasila tak akan bisa dipisahkan dari nilai-nilai kultur kesundaan itu sendiri.

“Tema yang diambil adalah ‘Sunda Spirit Pancasila.’ Kalau ngomong dasar Pancasila kita bicara aspek kultur, Sunda nilai substansi adalah spirit Pancasila,” katanya.

Terkait dengan tema yang diambil tersebut, Dedi menjelaskan akan ada karnaval yang diikuti seluruh kompenen masyarakat Purwakarta yang dimulai dengan Karnaval Toleransi Beragama, Kemanusian, Persatuan, Keadilan dan Kerakyatan. Karnaval tersebut rencananya akan digelar beberapa hari setelah acara rapat paripurna.(adv)