Beranda Inspirasi Sensasi Green Canyon di Curug Tilu

Sensasi Green Canyon di Curug Tilu

BERBAGI
Curug Tilu yang berlokasi di Desa Ciririp, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta begitu mempesona/hms

Agrofarm.co.id-KEBERHASILAN Pemerintah Kabupaten Purwakarta merampungkan jalan lingkar barat sebagai akses menuju Kecamatan Sukasari langsung berdampak positif. Selain menggerakkan perekonomian rakyat lebih cepat, juga bermunculan destinasi wisata baru yang selama ini keberadaannya terisolir.

Salah satu daya tarik alam yang relatif belum terjamah tangan manusia dan memiliki pesona luar biasa adalah Curug Tilu yang berlokasi di Desa Ciririp, Kecamatan Sukasari. Untuk mencapainya ada dua jalur dapat dimanfaatkan wisatawan.

Jalan Cikao Bandung Jatiluhur yang langsung tembus ke ruas Jalan Sukasari yang sudah mulus dapat menjadi pilihan utama, melalui jalur ini hanya dengan waktu 40 menit, wisatawan sudah dapat sampai di Desa Ciririp. Sementara jalur via Jalan Maniis Sukasari tidak disarankan karena masih dalam tahap penyelesaian oleh pemerintah daerah setempat.

Jarak 1 kilometer dari jalan utama harus dilalui oleh wisatawan untuk memasuki area Curug Tilu ini. Wisatawan terlebih dahulu akan melihat Pos Komp@s (Komunitas Pecinta Alam Sukasari) berupa saung bambu tradisional beratapkan ijuk.

Di sinilah komunitas yang dipimpin Muhammad Arifin (32), sejak 2013 itu, berusaha mengeksplorasi potensi wisata alam di kecamatan yang baru saja dibuka akses jalannya tersebut.

Sejak Bupati Purwakarta membuka akses jalan, kami memandang ini sebagai kesempatan. Potensi alam di sini kita perkenalkan kepada masyarakat luas, masih sangat asri dan harus kita rawat, kata pria yang akrab disapa Arif, belum lama ini.

Arif menjelaskan, ada beberapa fasilitas yang bisa dinikmati wisatawan saat berkunjung ke Curug Tilu. Di antaranta home stay sudah tersedia di pinggir curug lengkap dengan hammock (ayunan) dan tempat khusus untuk berenang. Hidangan nasi liwet pun sudah termasuk harga Rp50 ribu untuk seluruh paket fasilitas ini.

Tepat di curug utama, para wisatawan akan dimanjakan dengan pemandangan alam hijau nan asri dengan kontur bebatuan khas pegunungan. Warna air di tempat tersebut terlihat kehijauan persis seperti Green Canyon di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Selama ini, Arif mengaku hanya mengandalkan tenaga para pemuda di Desa Ciririp untuk melakukan pengelolaan. Komp@s yang ia pimpin pun berencana melakukan pengembangan lebih lanjut berupa sarana untuk ‘river tubing’ dan ‘body rafting’.

Terus terang masih jauh dari maksimal karena kami disini beranggotakan pemuda desa saja, inginnya tambah bagus. Tapi Alhamdulillah, wisatawan dari Jakarta dan Karawang, dan khususnya Purwakarta sehari bisa 20-30 orang yang datang, ucapnya.

Keberadaan Curug Tilu memang tengah populer saat ini, namun jangan lupa jika Purwakarta memiliki curug lain yang tak kalah indahnya. Sebut saja Curug Suhada yang berlokasi Kampung Tajur, Desa Sindanglaya, Kecamatan Sukatani.

Pemandangan sekitar Curug Suhada sangat memesona. Sejauh mata memandang tampak areal persawahan, gunung, dan juga Waduk Jatiluhur. Memiliki tebing dengan ketinggian sekitar 7 meter, aliran air Curug Sudaha terbilang bersahabat.

Para pengunjung bisa merasakan sensasi berbasah-basahan di bawah aliran air. Namun, bagi para pengunjung, terutama kaum muda, Curug Suhada biasa jadi spot selfie favorit. Pemandangan alam di sekitar curug ini memang sangat cocok buat diabadikan dengan kamera.

Curug Suhada memang belum dikelola dengan optimal. Pengunjung bisa gratis masuk ke tempat wisata air terjun di Purwakarta ini. Dan untuk ke tempat ini harus melewati sedikit perjuangan karena aksesnya belum tertata baik.

Namun, bagi para petualang alam, sensasi ke tempat ini bakal jadi petualangan seru. Perjuangan untuk ke lokasi curug akan terbayar lunas saat Anda sampai ke lokasi air terjun yang masih sangat alami ini.

Adapun untuk rute ke wisata air terjun ini, yakni ke arah Gunung Lembu. Lokasinya sebelum Gunung Lembu sebelum Desa Panyindangan (arah bawah Leuwi Jamat). Susuri jalur hingga ke arah SMAN 2 Sukatani dan lurus terus sampai mentok jalan. Di akhir jalan nanti pengunjung tinggal berjalan sekitar 200 meter melewati hutan bambu dan sampailah ke lokasi curug.

Curug lainnya yang bisa dikunjungi adalah Curug Cipurut yang berlokasi di Desa Sumurugul, Kecamatan Wanayasa. Keberadaannya cukup populer di kalangan para pecinta alam. Maka tak heran, pada musim libur curug ini kerap diserbu para pengunjung.

Curug Cipurut berada di kaki Gunung Burangrang dan dikelilingi pohon pinus, ini menjadi daya tarik tersendiri. Berjarak 5 km dari Alun Alun Wanayasa, Curug Cipurut cukup mudah dijangkau. Banyak pengunjung membawa serta anak anak mereka untuk berendam sembari perosotan di atas bebatuan yang halus dan agak licin.

Tak lengkap berwisata ke tempat ini, bila tak mencoba guyuran air yang turun dari tebing curug. Tubuh kita seakan dihantam tumpahan besar dan terasa tertekan ke bumi. Awalnya ngeri juga, namun lama kelamaan cukup mengasyikan.

Suasana alami curug membuat betah pengunjung. Udaranya yang sejuk dan rindangnya pohon pinus menambah betah berlama lama di curug ini. Pengunjung pun memanfaatkannya dengan berfoto ria bersama rombongan wisata. Tak sedikit pula yang berfoto selfie dengan latar belakang pohon pinus dan air terjun curug.

Bahkan saking asrinya tempat ini, sejumlah pengunjung yang datang berkelompok memilih berkemah di sekitar curug. Yang asyik, berkunjung ke Curug Cipurut jangan takut kelaparan, lantaran di sekitar curug berjejer warung yang menjual aneka makanan dan minuman siap saji hingga makanan ringan untuk anak anak.(adv)