Beranda Sawit Semester I 2017, Penjualan London Sumatra Naik 49,3%

Semester I 2017, Penjualan London Sumatra Naik 49,3%

160
BERBAGI
PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. (Ist)

Agrofarm.co.id-Pada semester I 2017 PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) mencatat kenaikan penjualan sebesar 49,3% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2017 yang dipublikasikan Jumat (18/7/2017),penjualan mencapai Rp2,47 triliun atau naik 49,3%. kenaikan tersebut utamanya disebabkan oleh peningkatan penjualan dari produk sawit (CPO dan PK) dan karet. Kontribusi produk sawit terhadap total penjualan mencapai sekitar 91% diikuti oleh karet sekitar 7% dan benih bibit sawit sekitar 2%.

Adapaun laba bruto perseroan naik 116,2% daripada tahun sebelumnya menjadi Rp736 miliar yang sebagian besar didukung oleh kenaikan volume penjualan dan harga jual rata-rata dari produk sawit dan karet.

Hal ini turut berkontribusi pada laba usaha yang naik 235,0% menjadi Rp570,2 miliar. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada periode ini meningkat 308,0% ketimbang tahun lalu mencapai Rp459,5 miliar dengan laba per saham mencapai Rp67.

Lonsum mempertahankan posisi keuangan yang sehat dengan total aset mencapai Rp9,66 triliun serta tanpa funded debt. Kas bersih dari kegiatan operasi naik menjadi Rp505,9 miliar dibandingkan dengan Rp219 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Posisi kas dan setara kas pada akhir periode 1H2017 mencapai Rp1,45 triliun.

Benny Tjoeng, Presiden Direktur Lonsum mengatakan, perseroan melaporkan kinerja semester I 2017 yang kuat seiring pemulihan baik dari produksi sawit maupun harga komoditas. “Pada periode ini, produksi TBS dari kebun inti dan total produksi CPO LSIP naik 19,7% dan 17.1% menjadi 585.576 ton dan 180.526 ton,” terangnya.

Menurutnya, kondisi industri yang menantang diperkirakan terus berlanjut dan perusahaan akan tetap berfokus pada pertumbuhan organik.

Sementara itu, area tanaman kelapa sawit LSIP yang belum menghasilkan mencapai 9.951 hektar (ha) dan area tanaman karet yang belum menghasilkan seluas 2.942 ha diharapkan akan mendukung pertumbuhan perusahaan dimasa depan. Beledug Bantolo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here