Beranda Sawit Semester I 2017, Ekspor Minyak Sawit Tumbuh 25%

Semester I 2017, Ekspor Minyak Sawit Tumbuh 25%

97
BERBAGI
Fadhil Hasan Direktur Eksekutif GAPKI?Ist

Agrofarm.co.id-Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat Kinerja ekspor minyak sawit Indonesia semester I 2017 tumbuh positif. Volume ekpsor minyak sawit Indonesia (CPO, PKO dan turunannya termasuk oleochemical dan biodiesel) mencapai 16,6 juta ton atau naik 25% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai 12,5 juta ton.

Fadhil Hasan Direktur Eksekutif GAPKI mengatakan, selama enam bulan tahun ini, kinerja ekspor minyak sawit Indonesia ke negara tujuan utama juga tumbuh positif kecuali Pakistan. Ekspor semester pertama ke Pakistan mengalami penurunan sebesar 5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu atau dari 1,1 juta ton pada semester pertama 2016 turun menjadi 1,05 juta ton pada periode yang sama tahun ini. Penurunan juga diikuti oleh negara-negara Timur Tengah yang membukukan sebesar 12%.

Sebaliknya, volume ekspor minyak sawit Indonesia ke India pada semester pertama 2017 mencatatkan pertumbuhan yang cukup siginifikan yaitu naik sebesar 43% dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau dari 2,6 juta ton menjadi 3,8 juta ton.

Menurutnya, kenaikan yang cukup signifikan juga dicatatkan negara-negara Uni Eropa, mengingat negara Benua Biru ini melancarkan hambatan dagang dengan menerbitkan resolusi Parlemen Eropa pada Maret lalu.

“Kinerja ekspor ke Benua Biru selama semester I 2017 mencapai 2,7 juta ton dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu hanya mampu mencapai 1,9 juta ton,” ungkap Fadhil dalam siaran persnya, Rabu (23/8/2017).

Kenaikan kinerja ekspor semester pertama 2017 diikuti oleh negara-negara Afrika sebesar 36,5%, Bangladesh 29%, Amerika Serikat 27% dan China 18%. Minggu keempat Juni ini adalah minggu perayaan Idul Fitri di tahun 2017. Biasanya pada saat jelang hari raya Idul Fitri ekspor minyak sawit Indonesia meningkat karena kebiasaannya konsumsi khususnya di negara berbasis mayoritas muslim akan naik dan mempengaruhi meningkatnya permintaan.

“Tahun ini hal biasa tidak terjadi, jelang hari raya Idul Fitri, ekspor minyak sawit Indonesia tersungkur dengan membukukan penurunan sebesar 18% atau dari 2,6 juta ton pada bulan Mei turun menjadi 2,1 juta ton pada Juni,” tandasnya.

Padahal, katanya, harga minyak sawit juga sedang murah di kisaran USD 640 USD 725 per ton dengan harga rata-rata USD 681.30 per ton. Harga yang rendah ini ternyata tetap tak mampu mendongkrak ekspor. Beledug Bantolo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here